11 Desa Terdampak Kemarau Mendapat Dropping Air Bersih Dari BPBD Purworejo 

Rakyatmerdekanews.com – Purworejo – Guna memenuhi kebutuhan air bersih di musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Purworejo telah melakukan dropping air bersih ke-11 desa di enam kecamatan yang terdampak kekurangan air bersih. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Haryono melalui Kepala Bidang Penyelamatan dan Evakuasi Suparyono kepada awak media saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa(29/8/2023).

Dikatakan bahwa menurut keterangan dari Badan Meteorologi dan geofisika, tahun ini diperkirakan terjadi kemarau yang cukup panjang.Hal itu akibat dampak dari fenomena alam yang disebut el nino.

“Menyikapi hal tersebut BPBD bekerjasama dengan PDAM Purworejo sejak bulan Juli telah melakukan dropping air bersih ke 11 desa di enam kecamatan yang rawan kekurangan air,” katanya.

Lebih lanjut Paryono menjelaskan, hingga kini pihaknya telah mendistribisikan 62 tangki air bersih ke 11 desa di enam kecamatan. Adapun desa- desa tersebut meliputi empat desa di Kecamatan Bagelen,yakni Desa Somorejo, Sokoagung, Tlogokotes dan Hargorojo.

Tiga desa di Kecamatan Purworejo yaitu Desa Donorati, Sidomulyo dan Wonotulus. Sedangkan ada masing- masing satu desa di empat kecamatan.Yakni Desa Sambeng untuk wilayah Kecamatan Bayan, Karangsari( Purwodadi) Seren( Gebang) dan Rowodadi (Grabag).

Dikatakan pula untuk mendapatkan dropping air bersih, syaratnya pihak desa harus mengajukan permohonan ke BPBD. “Setelah di disposisi, kami melakukan Assesment(pengecekan) terlebih dahulu kepada desa pemohon tentang bagaimana kesiapanya untuk penampungan air. Jadi saat di dropping, tempat penampungan sudah siap sehingga memudahkan kami dalam melakukan distribusi air bersih ke desa itu,” ujarnya.

 

Dropping air itu sendiri, kata Didik yang mendampingi Suparyono, dilakukan setiap seminggu sekali. Setiap desa penerima diwajibkan untuk menyediakan penampungan air. Menurutnya mereka telah menyiapkan penampungan air berupa bak penampung air Pamsimas, Terpal dan sejenisnya. “Karena kemarau diperkirakan hingga mencapai bulan November tahun ini, maka direncanakan dropping tetap akan berjalan hingga warga di wilayah yang membutuhkan air, bisa terlayani.Minimal sampai musim penghujan tiba,” ungkap Didik.

Didik menambahkan bahwa untuk menambah kuota suplay air bersih ke desa-desa pihaknya akan di bantu oleh PMI.” Kami hanya menyiapkan mobil tangki dan air dari PDAM. Mereka menyiapkan tenaga dan pendukung terkait lainya,” pungkasnya. (Kun)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *