Tue. Jul 7th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Bupati  Winarti Tanda Tangani Program Kemitraan Unggulan Prukades

Karyamerdeka.com, Tulang Bawang – Bupati Winarti bersama rombongan dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang berangkat menuju Kementerian Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi ( PDTT ) Republik Indonesia guna menandatangani program kemitraan Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) antara Kemendes PDTT dengan perwakilan dari masing-masing kabupaten di Indonesia.

Winarti berharap dengan ditanda tanganinya program kemitraan itu kedepan bisa dilaksanakan oleh petani di Tulang Bawang bersama enam perusahaan yang menjadi mitra.

”Ada enam perusahaan yang MoU, salah satunya bulog. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani, karena Tuba salah satu lumbung padi di Lampung,” kata Bupati Gotong Royong ini.

Dia berharap agar program pusat ini bisa segera dilaksanakan di Tulangbawang. ”Di Indonesia ada 102 daerah yang dapat program ini, salah satunya Tulang Bawang. Mohon doanya supaya ini bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Winarti berharap dengan ditanda tanganinya program kemitraan itu kedepan bisa dilaksanakan oleh petani di Tulang Bawang bersama enam perusahaan yang menjadi mitra.

Program ini dikucurkan pemerintah pusat melalui Kementrian desa agar desa mampu menyerap tenaga kerja dan perekonomian secara mandiri.

Selain Tulangbawang, empat Kabupaten lainnya yang juga mendapat kucuran program kemitraan dari Kementerian Desa yakni Mesuji, Tulangbawang Barat, Lampung Timur, dan Pesisir Barat.Peluncuran program tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Kementerian Desa, Pemkab penerima program, dan perusahaam swasta di Kementerian Desa di Jakarta, Kamis (08/03) malam.

Acara yang dibuka oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla dan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan Pola Kemitraan Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) antara Kemendes PDTT dengan perwakilan dari masing-masing kabupaten di Indonesia. Lebih dari 200 nota kesepahaman disepakati dengan nilai investasi Rp. 47 triliun dan prediksi penyerapan tenaga kerja mencapai 10 juta jiwa. (Effendi)