Sun. Nov 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Gabungan Mahasiswa Simpel Gelar Aksi Protes, Segera Cabut Izin Usaha Pertambangan

Karyamerdeka.com, Ternate – Aksi protes penolakan Ijin Pertambangan  dan Hak Guna Usaha terhadap PT.  Kapidol Kasagro(PT.KSO) Oleh Gabungan mahasiswa yang mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa Petani Galela(Simpel) Maluku Utara(Malut) didepan pasar Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Provinsi Maluku Utara, (10/03/2018).

Dalam aksi tersebut, kordinator lapangan (Korlap) Fino saat ditemui oleh SRM Ternate, mengatakan bahwa masalah ini telah melibatkan pemerintah daerah dan dinas pertanian dalam mengesahkan legalitas proyek dan ijin terhadap PT. Kapidol Kasagro, dan pemerintah bekerja sama dengan bank BRI Kota Tobelo, dalam membodohi rakyat dengan memberikan pinjaman/kredit kepada masyarakat petani galela dengan persyaratan bila mana pinjaman tersebut sudah dilunasi baru diberikan sertifikat tanah kepada 10 desa yang ada di petani galela Kabupaten Halmahera Utara yaitu, desa Ngidiho, Gotalamo, Duma,Kira,Dokulamo,Limau,Barataku,Toweka,Simau dan Laloga tersebut.

“Namun dengan berjalan waktu sampai hasil sudah dipanen, tidak ada pemberian sertifikat tanah sebagai mana telah dijanjikan untuk masyarakat petani galela, karena dinilai bahwa status perusahan sejak awal tidak memiliki hak usaha tanah yang jelas semenjak tahun 1991,dan mengambil langkah hak guna usaha(HGU) semenjak konflik horizontal pada dekade 1999-2000”,katanya.

Tambahnya, dalam menyikapi persoalan

Foto: Solidaritas Mahasiswa Petani Galela (Simpel) Maluku Utara (Malut) menggelar aksi damai di depan pasar Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, (10/03).

Ini, maka kami dari solodaritas galela petani(Simpel) menyatakan sikap dengan tuntutan.

1. Tindak lanjuti Oknum kepolisian yang melakukan kekerasan terhadap petani galela dan merusak sekretariat petani galela,Kabupaten Halmahera Utara.

2. Tangkap adan adili wakil bupati(Muhlis) telah melakukan makar terhadap petani galela.

3. Pemerintah kabupaten dan pemerintah propinsi agar menandatangi nota kesepakatan serikat petani galela.

4. Stop berikan surat somasi/peringatan kepada masyarakat petani galela.

5. Bebaskan 3 orang petani galela yang dipenjarakan.

6. Pecat kepala dinas pendidikan kabupaten Halmahera Tengah, Abubakar Awan. (M. Leko)