Wed. Jun 3rd, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Kasus Dugaan Pengeroyokan Terhadap Wartawan di Lebak Kian Menyeruak

 

Ilustrasi pelaku pengeroyokan.

Karyamerdeka.com, Lebak –  Penanganan perkara kasus dugaan pengeroyokan terhadap Wartawan TitikNOL oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bayah terus mendapat sorotan dari pendamping hukum korban, kalangan media dan masyarakat luas di Kabupaten Lebak.

Sebab, meski para terduga pelaku pengeroyokan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni, Ahmad yani Oknum Kades Darmasari, Kecamatan Bayah, Entep (anak kades) dan Ronal (orang dekat kades) Dan dijerat Pasal 170 ayat (1) KUH Pidana dengan acaman hukuman penjara selama 7 tahun.

AKP Sadimun Kapolsek Bayah saat dikonfirmasi sebelumnya mengatakan, bawah dalam hal penahanan para tersangka itu tergantung pertimbangan penyidik para tersangka ditahan apa tidak, berdasarkan alasan subyektif dan alasan obyektif.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari pendamping hukum korban pengeroyokan yakni Gusriyan, salah satu Wartawan Media Online TitikNOL yang bertugas di wilayah Lebak Selatan.

Dikatakan Ketua Gebrak Advokat (GERAK) Indonesia Erick Yusrial Barus SH selaku pendamping hukum Gusriyan, pada Pasal 21 ayat (4) KUHAP menyatakan, bahwa penahanan itu hanya dapat dikenakan terhadap tersangka/terdakwa yang melakukan tindak pidana dan dalam hal ini, sebuah tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih

Eric Yusrial pun menjelaskan, Pasal 21 ayat (4) KUHAP ini dikenal dengan syarat penahanan obyektif, ada ketentuan yang jelas dalam undang-undang agar tersangka/terdakwa itu bisa ditunda, misalnya tindak pidana yang dilakukan tersangka/terdakwa diancam pidana penjara lima tahun atau lebih atau tersangka/terdakwa ini dilakukan tindak pidana.

“Pertanyaan buat penyidik apakah sebagai kepala desa dipanggil dua kali oleh penyidik tidak datang itu objektif, Lalu dengan dipanggilnya serta dijemput paksanya seorang kepala desa masih tetap dibilang obyektif,?”ujar salah satu team pengacara mantan Presiden RI ke 6, SBY itu, melalui rilisnya yang disampaikan kepada Wartawan, kemarin.

Jika demikian lanjut Eric Yusrial, penyidik Polsek Bayah jelas harus segera melakukan penahanan atau mengamankan para tersangka.

“Dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun, bila tidak segera diamankan dikhawatirkan para tersangka akan melarikan diri dan menghilangkan alat bukti,”tegasnya. (DV)