Sun. Nov 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Mantan Bos Matahari Departement Store Ditemukan Tewas di Sungai Ciliwung 

Foto/istimewa: Mantan pemilik dan pendiri perusahaan retail Matahari Departement Store, alm. Hari Darmawan. 

Karyamerdeka.com, Bogor – Warga digegerkan dengan tewasnya mantan pemilik dan pendiri perusahaan retail Matahari Departement Store, Hari Darmawan yang ditemukan di Sungai Ciliwung di wilayah Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/03/2018).

Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky Pastika Gading, mengatakan, masih menyelidiki penyebab kematian mantan bos Matahari tersebut.

Sebelumnya, Hari Darmawan diketahui berada di salah satu vilanya di Taman Wisata Matahari di samping Sungai Ciliwung. Di lokasi, ada stafnya yang saat itu sedang mengambil minum. Namun, saat kembali, Hari sudah tidak ada. Dia pun melaporkan kejadian itu.

Setelah Hari dilaporkan hilang pada Jumat (9/3), Polsek Cisarua langsung melakukan pencarian bersama tim SAR. Jenazah Hari Darmawan baru ditemukan pagi hari pukul 06.30 WIB.

“Setelah melakukan cek TKP dan pencarian bersama-sama karyawan maupun tim SOAR Rafting TWM, telah ditemukan jenazah Bapak Hari Darmawan di Kali Ciliwung dengan jarak sekitar 100 m dari lokasi diduga hilangnya korban,” ujar Dicky.

Hari dikenal ulet dalam menekuni bisnisnya. Usahanya bermula ketika ayah mertuanya menjual toko serba ada (toserba) kepadanya. Lewat pengelolaannya,toserba yang ia kembangkan makin besar. Pada tahun 1968, dia membeli toserba terbesar di Pasar Baru.

Toserba tersebut bernama ‘Toko De Zon’ yang dalam bahasa Belanda adalah The Sun atau Matahari dalam bahasa Indonesia. Dia mengganti namanya menjadi ‘Matahari’ dan menempati gerai pertama di gedung lantai dua seluas 150 meter persegi di Pasar Baru, Jakarta.

Pada tahun 1980-an, Matahari membuka cabang-cabangnya di hampir semua kota besar di Indonesia dan toko tersebut terkenal sebagai toko jaringan ritel terbesar di Indonesia. Akhirnya, bisnisnya dibeli oleh Lippo Group. Hari sendiri kemudian mendirikan perusahaan baru bernama Pasar Swalayan Hari-Hari. Selain di bidang bisnis ritel, Hari Darmawan juga telah merambah ke bidang pariwisata dengan membangun Taman Wisata Matahari yang berlokasi di Cisarua, Bogor.

Hari Darmawan lahir di Makassar Sulawesi Selatan 27 Mei 1940. Ayah Hari Darmawan, Tan A Siong, adalah seorang pengusaha lokal Makassar yang behubungan dengan produk-produk pertanian. Dia dilahirkan dari keluarga besar 12 bersaudara. Pada tahun 1950-an usaha keluarganya mengalami kesulitan dan akhirnya bangkrut, sehingga Hari bersama orangtuanya harus berjuang keras untuk menjalankan usaha dari nol lagi.

Dengan latar belakang keluarga pedagang seperti ini, menjadikan Hari kecil tumbuh menjadi seorang pemuda yang tekun, ulet, jujur, pantang menyerah, dan ingin selalu menjadi pemenang. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, dia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Dia bertemu dan menikahi putri dari pemilik ‘Mickey Mouse’, sebuah toserba berukuran kecil di Pasar Baru, yang pada saat itu merupakan sebuah distrik perbelanjaan terkenal di Jakarta.

Hari Darmawan pernah terpilih sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Semasa krisis moneter tahun 1997, bisnis Darmawan terkena dampaknya dan menanggung kerugian besar. (Eva Andryani)