Slanker Marah, Logo Diributkan Managemen Slank

Slank formasi lama (F13).  Bongky paling kanan memakai topi.

Rakyatmerdekanews.com,Jakarta – Bongky Marcel, mantan basist Slank memberitahu bahwa logo yang dia buat diributkan oleh management Slank dengan melarang logonya dipakai lagi sebagai atribut Slenker yang sudah beredar jutaan lembar selama 10 tahun lebih. Atribut Slanker itu berupa kaos, bendera, topi, speaker aktif, kopi, gelang, kalung dan sebagainya.
Pelarangan tersebut menyulut kemarahan slanker terhadap keputusan management slank.

“Apa sudah kurang pendapatan sampai logo kupu-kupu dipatenin. Lalu diedarkan di daerah gimana. Temen kita yg bertatto gimana juga,” Nauval Lazuarndi Imami.
Lantas vidio Bongky berder kemana-kemana.

Dalam pernyataan Bongky itu,”saya bikin logo itu pake hati.
Lama saya bikin. Sampai darah saya habis. Terus lo bikin bikin aje sembarangan. Ngambil untung sendiri, kenyang sendiri ga pake ijin,”ujar Bongky.

Dengan beredarnya video singkat Bongky tersebut makin bergejolaklah berbagai pihak ikut berkomentar. Namun pihak management slank tetap tak menanggapi. Akhirnya bongky pun membuat statement.Kira-kira 12M.

Pada akhirnya pengacara Yuniarti Chandra SH, MH yg ahli by dalam bidang hak kekayaan intelektual (HKI) membuat statement, legal opinion terkait masalah logo Slank untuk masalah hak cipta logo ada di pencipta awal yang membuat sketch dan paham filosofi logo tersebut. Hak moral atas logo tersebut tetap milik pencipta meski dipakai pihak lain. Kompensasinya bisa berupa royalty atau dijual sekalian (pengalihan haknya yang jelas) itu hak ekonominya.
Sekarang terbukti dengan jelas bahwa bongky marcel berhak atas royalty logo yang dipake band Slank.
Seharusnya Slanker, penggemar slank yang begitu fanatik berterimakasih kepada bongky yg telah berusaha mempertahankan logo yang sudah terlanjur beredar dan akan diganti dengan logo baru. Bukan malah terbalik menyerang Bongky. (Delly M/Al Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *