Target 1.000 Ton Perhari Belum Tercapai, PTP Fokuskan Bongkar Muat Curah 

Rakyatmerdekanews.com, Jakarta – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) masih belum mampu mencapai target produktivitas bongkar batubara. Data yang diterima Rakyatmerdekanews.com,Senin (25/2), dijelaskan oleh Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis
PT PTP mengakui hingga kini target 1.000 ton perhari belum tercapai.

“Kini baru tercapai produktivitas bongkar muat batubara 500 ton perhari,” kata Ari H.
Artinya untuk memuat 35 ribu ton batubara di Bengkulu membutuhkan waktu 70 hari atau lebih dua bulan.

Menurut Ari, banyak faktor penyebab tidak mencapai target. Karena alat tidak memadai dan sistem kerja tidak mendukung serta faktor lainnya untuk mempercepat bongkar muat batubara.

Dia mengatakan PTP hanya ingin menguasai bongkar muat muatan curah cair seperti komoditas CPO, oil dan gas. Curah kering seperti batubara.
Kehadiran PTP di Pelabuhan bukan ingin membunuh atau merebut pasar Perusahaan Bongkar Muat (PBM).

Ari masih enggan mengungkapkan throughput yang sudah diraih oleh PTP. Juga tidak bersedia menanggapi muatan yang kini banyak hengkang dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Marunda.

Dia mengakui untuk mengejar throughput di pelabuhan di daerah tidak bisa sama dengan Pelabuhan Tanjung Priok.
Di daerah PTP dalam mengelola terminal curah melaku kegiatan bongkar muat, sedangkan di Pelabuhan Tanjung Priok hanya mengelola terminal saja dan mendapatkan sharing dari PBM atau tidak melakukan kegiatan bongkar muat.

Berdasarkan data Kementerian SDM,
Potensi batubara itu di Indonesia ada 93,4 miliar ton tersebar di sebagian besar berada di kawasan hutan di Propinsi Sumatera Barat, Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat.
Sayang potensi sebesar itu kegiatan bongkar muat sedikit sekali dilakukan di Pelabuhan Umum, karena sebagian besar bongkar muat dilakukan di TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) .(Delly M)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *