Tragis, Seorang Gadis Ingusan Dibawa Kabur Selama 24 Hari dan Dijadikan Istri Siri

RMNews.com,Purworejo — Satreskrim Polres Purworejo berhasil mengamankan BS(39) warga Dayakan Sanggrahan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY. Dirinya ditangkap anggota Satreskrim Polres Purworejo setelah diketahui membawa kabur Bunga (13) nama samaran. Bunga yang masih berstatus pelajar SMP tersebut dinyatakan hilang sejak (9/2) .Kejadian tersebut sempat viral di media sosial.

Teka-teki hilangnya Bunga akhirnya terjawab . Setelah selama 24 hari menghilang. Ternyata mereka telah tinggal satu atap, dan keduanya telah melakukan pernikahan secara siri, serta melakukan hubungan layaknya suami istri. Demikian diungkapkan Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Simangunsong melalui Kasat Reskrim AKP Haryo Seto Liestiawan di depan awak media saat konfrensi pers, Kamis (14/3) di loby mapolres Purworejo.

Lebih lanjut Haryo Seto menjelaskan bahwa, terungkapnya kasus ini berawal dari menghilangnya Bunga dari rumah, sejak Sabtu (9/2). Kejadian tersebut membuat orangtua Bunga kelimpungan memikirkan kemana anak gadisnya berada.

Menyikapi hal tersebut , orang tua Bunga terpaksa minta bantuan beberapa paranormal, untuk mendapat petunjuk keberadaan anak gadisnya. Setelah mendapat petunjuk akhirnya orangtua Bunga melaporkannya ke polisi, jelasnya.

“Menindak lanjuti laporan tersebut, kami melakukan serangkaian penyelidikan sesuai petunjuk. Dengan perjuangan yang yang tak kenal lelah akhirnya anggota kami berhasil menemukan korban di rumah tersangka pada Senin (4/3). Tanpa membuang waktu saat itu juga
tersangka langsung kami jemput. Bersama tersangka kami amankan barang bukti berupa: 1 buah HP merk Samsung Duos, 1 buah baju hem warna abu – abu, 1 buah celana dalam warna pink, 1 buah kaos dalam warna biru, 1 buah kerudung warna coklat, 1 buah celana panjang warna hitam, 1buah baju seragam pramuka, dan 1buah rok panjang warna coklat serta 1 buah HP merk Mito.

Menurut pengakuan tersangka, ternyata dirinya mengenal korban lewat aplikasi Kepo ( aplikasi cari jodoh). Berawal dari sini merekapun mengadakan komunikasi secara intensif melalui chatting, akhirnya hubungan mereka makin dekat. Pada akhirnya di hari Sabtu 9/2, tersangka menjemput, korban. Selanjutnya korban di bawa ke rumah tersangka.
Setelah sampai dirumah , korban disetubuhi tersangka berkali-kali, dengan janji akan dinikahi. Pada Senin (11/2), keduanya melangsungkan pernikahan secara siri, yang disaksikan oleh keluarga tersangka,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya tersangka dijerat dengan pasal 81 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UURI No 23 tahun 2002 ttg perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Kun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *