Kepala BKAD Belum Tahu, 1,4 M Sudah Disetor Mantan Direktur RSSA

Foto : Imam Senen, Kepala BKAD Lubuklinggau (baju putih) saat diwawancarai.

Lubuklinggau, RMNews.com – Hingga saat ini denda keterlambatan pembangunan Instalasi Bedah Sentral (IBS) Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Kota Lubuklinggau, sebesar 1,4 Miliar tidak diketahui kejelasan nya. Sudah atau belum disetorkan ke kas daerah.

Saling lempar sepertinya jurus yang sedang dipakai oleh pihak – pihak yang berkaitan di dalam pembangunan IBS RSSA yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).

Ketidakjelasan tersebut di ungkapkan Imam Senen selaku kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lubuklinggau, seusai acara peresmian Garabatha Bandara Silampari Lubuklinggau. Selasa (9/04).

Menurut Imam Senen, yang dapat menjelaskan sudah atau belum disetorkannya denda keterlambatan tersebut adalah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“ aku cek dulu lah, sebabnya yang bisa menjelaskan nya itu PPK, PPTK, dan tim teknis,” dalih Imam Senen.

Sedangkan ditempat lain, Dr. Mast Idris, Mantan Direktur RSSA yang mana disaat pembangunan IBS dikerjakan, jabatan itu masih disandang nya.

Melalui pesan Whatsapp nya, Dr. Mast Idris mengintruksikan untuk langsung bertanya kepada Imam Senen terkait kejelasan denda keterlambatan pembangunan IBS.

Mantan Direktur RSSA ini mengakui bahwasan nya denda keterlambatan sebesar 1,4 Miliar tersebut sudah disetorkan ke kas daerah.

“Hubungi pak Imam Senen, itu sudah diselesaikan melalui kas daerah. Ada bukti – bukti pembayaran dengan potongan langsung dari sisa pembayaran proyek,” Ujarnya. (Putra Sihombing)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *