Nekat Jual Obat Kuat Tanpa Izin Pelaku Diamankan Polisi

Nias,RMNews — EP (44) seorang pemilik apotek Jaya Farma Nias harus berurusan dengan polisi, setelah terbukti menjual berbagai merk obat kuat tanpa ijin edar. Tersangka ditangkap Buser Satreskrim Polres Nias pada 1 /3 /2019 dan langsung diamankan ke Mapolres Nias untuk dilakukan penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Nias AKP Jonita Tarigan SH, menjelaskan, penangkapan tersangka berawal dari adanya linformasi warga, bahwa di duga kuat apotek milik tersangka menjual berbagai merk obat kuat tanpa ijn edar . Pada tanggal 1/3/2019 anggota kami langsung meluncur ke TKP untuk mengadakan penyelidikan, ungkap Kasat kepada awak media saat gelar perkara, Jum’at (12/4 ) di mapolres Nias.

“Untuk mengadakan penyelidikan petugas kami menyamar sebagai pembeli. Ia membeli obat kuat Nangen Zheng Zangs yang diduga tidak mengantongi ijin edar dari BPOM. Selanjutnya dengan memperlihatkan kartu identitas dari kepolisian petugas kami melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di apotek tersebut.

“Hasil yang kami peroleh setelah dilakukan penyelidikan oleh petugas kami dan keterangan dari saksi – saksi termasuk saksi ahli dari BPOM Medan, menyatakan bahwa tersangka EP bersalah, karena telah menjual dan mengedarkan obat tanpa ijin dari BPOM, ujarnya.

Kami langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka EP bersana berbagai merk obat kuat tanpa ijin edar sebagai barang bukti. Barang bukti yang kami sita antara lain : SF PKS sebanyak 32 pcs, Pi Kang Suang 42 pcs, Black Kobra 10 pcs, Nga – Sur 7 pcs, Urat Madu 5 butir, Urat Kuda 1 pcs, Nangen Zengzangs 1 pcs, Cap Srigala 1 pcs, Seven Leave Ginseng 3 pcs ,dan Pil Tupai Jantan sebanyak 238 pcs.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya Tersangka EP  ditindak Pidana mengedarkan Obat Tradisional yang belum memiliki izin edar / tidak terdaftar dikenakan Pasal 197 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang isinya setiap orang dengan sengaja memproduksi dan mengedarkan ketersediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar berupa obat tradisional tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah), jelasnya. (WW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *