Berkas 2 Pembobol Bank 14 T Diserahkan ke Kejari

JAKARTA Rakyatmerdekanews.com – Berkas perkara pembobolan bank dengan nilai fantastis mencapai Rp 14 triliun dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 24/04/2019, Subdit Perbankan Bareskrim Mabes Polri melimpahkan kembali berkas perkara pembobolan bank tersebut dengan tersangka Leo Chandra selaku pemegang Saham PT SNP dan 3 (tiga) PT CPM dan Tersangka Sie Ling selaku terkait laporan bank Panin dan barang bukti yang diserahkan sebesar Rp 50 milyar pada saat pelimpahan berkas perkara lima tersangka sebelumnya masing-masing atas nama AP, DS, RS, AS dan CDS bulan Januari 2019 serta Tersangka WH pada bulan Februari 2019 barang bukti tersebut disita dari beberapa nomor rekening atas nama PT SNP Finance , sedangkan untuk Tersangka LD yang DPO masih dalam pencarian penyidik.

AKP H. Karta Prawira SH selaku penyidik Subdit Perbankan Bareskrim Mabes polri saat ditanya awak media usai melimpahkan perkara atas nama tersangka Leo Chandra dan Sie Ling mengatakan tersangka Leo Chandra Merupakan Pemegang Saham PT. SNP, dan tersangka Sie Ling sebagai
Bagian keuangan PT CPM yang diperbantukan di PT SNP oleh tersangka Leo Chandra dan LD (DPO), bersama LD (DPO) yang mengintruksikan tersangka WH membuat dokumen fiktif, berkas perkara Tindak Pidana Pemalsuan dan atau Tindak Pidana Penipuan dan atau Tindak Pidana Penggelapan dan Tindak Pidana TPPU berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/782Nl/2018/Bareskrim tanggal 26 Juni 2018 atas laporan bank Panin dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum.

Dikatakannya, kasus ini terungkap dari laporan bank Panin. Dari hasil penyelidikan pengurus PT SNP Finance mengajukan kredit modal kerja dan fasilitas kredit rekening koran kepada bank Panin periode Mei 2016 hingga September 2017, dengan platform yang diberikan kepada debitur sebesar Rp 425 miliar.

Dana itu didapatkan dengan jaminan piutang kepada konsumen dari Colombia milik PT Citra Prima Mandiri (CPM). Colombia adalah toko penjual perabotan rumah tangga secara kredit,” tegas H. Karta.

“Uang yang diajukan dan dicairkan oleh PT SNP Finance seharusnya dibayarkan kepada pihak Colombia sesuai daftar piutang yang dilampirkan saat permohonan pencairan kredit. Akan tetapi, karena piutangnya fiktif, sehingga fasilitas kredit tersebut dipergunakan untuk keperluan para pemegang saham dan group perusahaan,” paparnya.

“Pengurus perusahaan PT SNP Finance itu membuat piutang fiktif kepada 14 bank dengan jaminan dokumen fiktif berupa data konsumen Colombia,” lanjut dia.

Menurut H. Karta, pada Mei 2018, status kredit tersebut macet senilai Rp 141 miliar dengan jaminan yang diagunkan berupa daftar piutang pembiayaan konsumen PT SNP Finance. Namun ternyata lanjut dia, agunan tersebut fiktif, tidak bisa dilakukan penagihan.

Dari para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa fotokopi dokumen perjanjian kredit antara bank Panin dengan PT SNP Finance, fotokopi dokumen jaminan fidusia piutang yang dijaminkan kepada bank Panin, dan fotokopi laporan keuangan in house periode 2016 – 2017 PT SNP.

Ada 14 bank swasta dan bank pemerintah yang diduga tertipu dengan total kerugian yang diakibatkan mencapai Rp 14 triliun.

Pelaku dijerat tindak pidana pemalsuan, penggelapan, penipuan, dan atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 ayat (1) dan atau ayat (2) KUHP dan atau pasal 372 KUHP dan atau pasal 378 KUHP dan pasal 3 dan atau pasal 4 dan atau pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Monty/Red)

One Comment on “Berkas 2 Pembobol Bank 14 T Diserahkan ke Kejari”

  1. alhamdulilah.. gembong rentenir dan penghisap darah rakyat kecil sudah ditangkap. pt. colubia CS memang sudah lama menyusahkan rakyat dengan iming2 bunga rendah mereka jerat masyarakat untuk masuk perangkap hutang. hukum seumur hidup leo chandra biar jadi contoh untuk rentenir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *