Pasarkan Muatan ke Kuala Tanjung, SPIL Gandeng KL

Rakyatmerdekanewas.com,Jakarta –
Data tertulis diterima Rakyatmerdekanews.com,Sabtu (4/5),kemarin,
Perusahaan Pelayaran PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) telah menggandeng perusahaan forwarding PT Kumala Logistcs untuk menggarap pasar muatan rute baru angkutan petikemas ke Kuala Tanjung.

Manager Marketing PT. Kumala Logistics, Suryo Purwanto menjelaskan,bahwa perusahaanya ditunjuk oleh SPIL melalui kerjasama mengisi muatan kapal milik SPILuntuk rute angkutan petikemas dari dan ke Pelabuhan Kuala Tanjung. Dikarenakan kapal dengan kunjungan weekly service atau pelayanan sekali seminggu masuk ke pelabuhan Kuala Tanjung itu, kini sudah siap lagi masuk kapal kedua NV SPIL Ningsing mengangkut muatan 74 boxes.” Kapal perdana sebelumnya sandar di Kuala Tanjung pekan lalu,”ujarnya.

 

Sedang sebelumnya MV Oriental Diamond membawa komoditi customer goods sebanyak 18 boxes.

“Artinya untuk pengapalan kedua terjadi peningkatan 56 boxes, dibandingkan dengan pengapalan perdana,”ungkapnya.

Suryo Purwanto lebih jauh mengatakan, PT Kumala Logistics akan terus meningkatkan volume muatan.
Tahap pertama, kata dia, muatan lebih banyak dari Jakarta milik PT. Sayap Mas Utama yang adalah merupakan Produk Wings Groups.

Selain itu, barang sembako juga akan didistribusi ke wilayah Pematang Siantar, Kisaran, Tanjung Balai Asahan, Rantau Perdapat dan Kabanjahe.
Pelabuhan baru Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dikelola PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan patungan PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo), PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya pada Minggu, 28 April 2019 itu masuk kapal
pertama angkutan petikemas domestik MV Oriental Diamond dengan panjang 195,6 meter serta bobot 30.554 ton.
Rute pelayaran Tanjung Priok – Kuala Tanjung – Belawan – Tanjung Priok.”

 

SPIL menjadi pelayaran domestik pertama yang membuka rute kunjungan kapal rutin ke Kuala Tanjung Multipurpose Terminal,” kata Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Robert Sinaga.

 

Dia mengatakan, KTMT Pelabuhan Kuala Tanjung telah dilengkapi dermaga 500×60 meter trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch. KTMT juga dilengkapi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dua unit harbour mobile crane (HMC) serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Selain itu, KTMT telah dilengkapi dengan fasilitas kepelabuhanan yang lengkap dan modern dengan didukung sistem IT yang terintegrasi. Guna meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan kecepatan proses bongkar muat, KTMT akan dilayani Container Crane bertenaga listrik dengan kapasitas 45 Ton dan mampu meng-handle container dengan kapasitas 20 feet, 40 feet hingga 45 feet.

Sebelumnya, KTMT telah disandari kapal pesiar MV Superstar Libra yang memiliki panjang 216 meter dan draft 7,15 meter yang membawa wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Sumatera Utara sebanyak enam kali pda tahun 2018, Kapal Tanker MT Mars yang berbobot 46.000 DWT dengan panjang 183 meter dan draft 13 meter telah melakukan uji coba sandar/lepas dan olah gerak, serta Kapal Wan Hai dengan ukuran panjang (LoA) 268 meter yang berbobot 50.000 GT telah melakukan kegiatan ekspor produk turunan CPO melalui layanan direct call intra Asia.

Sejumlah perusahaan berlokasi di KEK Sei Mangkei, diantaranya Unilever, Wilmar, dan P&G yang telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung. Pengiriman komoditas melalui Pelabuhan Kuala Tanjung menawarkan integrasi antara moda angkutan laut dan angkutan berbasis rel sehingga akan meningkatkan efisiensi serta menekan emisi karbon.

“Kami berharap dengan keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung akan mempermudah distribusi logistik Nasional maupun Internasional.
Hal itu dikarenakan Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki keunggulan antara lain, lokasi yang strategis karena berada di perairan Selat Malaka, serta dilengkapi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih yang mampu mempercepat aktivitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Kuala Tanjung dan mampu menekan biaya logistik,” kata Robert Sinaga. (Delly M)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *