Pengabdian kepada Masyarakat, Mahasiswa Unindra Prihatin Kondisi Pendidikan di Kampung Cisadon

BOGOR – Mahasiswa Universitas Indraprasta ( Unindra ) PGRI yang tergabung dalam organisasi mahasiswa Intra Kampus, yaitu Unit Aktivitas (Unitas) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial, adakan kegiatan sosial dalam bentuk Pengabdian Masyarakat sejak tanggal 6 hingga 12 Mei 2019 di Kampung Cisadon, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Unitas Pendidikan Ekonomi, kegiatan ini berlandaskan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi poin ke tiga yaitu Pengabdian Masyarakat.

“Oleh karena itu, Mahasiswa Unindra PGRI megadakan Unitas Mengajar di daerah terpelosok yaitu di kampung Cisadon. Selain itu kegiatan ini pun sebagai pembelajaran bagi mahasiswa Unindra untuk terjun langsung kepada masyarakat dan wujud rasa peduli kami terhadap pendidikan di Indonesia.” Kata Ludi Muhamad Nur selaku Pelaksana saat dimintai keterangan redaksi. (14/5).

Latar belakang pemilihan lokasi di kampung Cisadon, jelas Ludi, dikarenakan kampung ini merupakan kriteria daerah tiga-T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Untuk pendidikan tidak ada sedikit pun masyarakat disana terutama anak-anak diusia 5 sampai 18 tahun yang mengenyam pendidikan formal seperti SD, SMP dan SMA. Disana hanya ada sebuah bangunan yang dibangun oleh komunitas Al-Araf, masyarakat menyebutnya taman baca. Didalamnya terdapat tumpukan buku-buku hasil dari sumbangan masyarakat lain yang datang ke kampung ini. Tetapi taman baca ini hanya berfungsi jika anggota komunitas tersebut datang, sedangkan mereka datang kesana tidak menentu bahkan dalam sebulan hanya satu kali datang.

Oleh karena itu, mereka selaku mahasiswa sebagai agen perubahan ingin memperbaiki kondisi bangsa saat ini terutama pada bidang pendidikan, sebagian mahasiswa berusaha menghilangkan rasa putus asa dan meningkatkan rasa percaya diri anak-anak yang ada di kampung tersebut, di karenakan disana tidak ada sekolah sama sekali. Jika anak – anak ingin sekolah mereka harus turun berjalan kaki kurang lebih selama 4 jam. Hal ini menyebabkan banyaknya anak usia sekolah disana mulai putus asa dalam menggapai cita-citanya.

“Dalam kegiatan unitas mengajar ini mahasiswa bukan hanya terjun kedunia pendidikan seperti mengajar, tetapi juga merenovasi taman baca dan musholah yang sudah ada disana dan keadaannya sangat prihatin. Selain itu, kami melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan dan kebersamaan dalam bermasyarakat,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pelaksana Unitas mengajar dan pengabdian masyarakat, Latri Ariyani, bahwa masyarakat kampung Cisadon sangat ingin sekali anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang layak seperti masyarakat di perkotaan, namun apa daya jarak desa ke sekolah amat jauh, hal ini sangat berpengaruh dengan semangat yang dimiliki anak-anak kampung Cisadon terkait dengan pendidikan. Sehingga mereka berharap dengan adanya acara tersebut agar semangat dan percaya diri anak – anak di kampung Cisadon tetap terjaga sebagai generasi emas penerus bangsa.

“Kami harap dengan kegiatan ini semangat dan rasa percaya diri yang dimiliki anak-anak terutama di kampung Cisadon meningkat dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan kepada masyarakat sejak dini. Terutama kaum muda yang pastinya akan melanjutkan genggaman tongkat estafet kemajuan bangsa dan negara Indonesia ini.” Pungkasnya. (HM.Simanjuntak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *