Pelindo III Disinyalir Lambat Siapkan Fasilitas ISPC Code

Rakyatmerdekanews.com,Jakarta – Dari data yang diterima Rakyatmerdekanews.com,Selasa (14/5), diketahui,Pelindo III anak usaha BUMN,disinyalir terlambat dalam menyiapkan fasilitas sesuai aturan ISPC Code untuk dermaga multi purpose di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Sebelumnya tidak tahu bahwa dermaga terminal multi purpose Pelabuhan Trisakti Banjarmasin harus menerapkan ISPC Code, sehingga BUMN pengelola pelabuhan itu terlambat menyiapkan fasilitas sesuai aturan internasional tersebut.

“Sebenarnya bukan lamban.Tapi tidak pernah diminta. Karena standar ISPS Code itu diharuskan hanya kapalnya saja, tapi ternyata pelabuhan juga harus ISPC Code juga,” ujar Boy Robyanto, CEO Regional Kalimantan PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Banjarmasin.
Ketika dia masuk, lanjut Boy, mencoba berbicara aturan, makanya setelah itu baru dipush agar proses yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya dilanjutkan.
Dia mengakui mengajukan surat rekomendasi kepada KSOP memang baru yakni 20 Maret 2019.
Karena sebelumnya disiapkan dulu fasilitasnya dan penunjukan konsultannya, proses nya sejak tahun 2018, cuma ketika saya masuk tanggal 1 Desember 2018 baru dipercepat prosesnya.

“Jadi kini kami tengah menunggu surat rekomendasi dari KSOP untuk dapat diproses oleh tim Ditjen Perhubungan Laut,” tuturnya.
Dan perlu diketahui, lanjut dia, di Dermaga Trisakti sudah ada yang complay ISPS Code sepanjang 600 meter dari kade meter 500 ke kade meter 1100 untuk dermaga Terminal Petikemas Banjarmasin (TPKB)
Jadi yang sudah comply ISPC Code baru Dermaga TPKB,
tapi untuk multi purpose belum.
Sebelumnya diberitakan ada empat kapal curah sudah tiga minggu terkatung-katung di luar Dam pelabuhan, karena tidak mendapat ijin sandar ke Pelabuhan Trisakti oleh Kepala Syahbandar dan Otoritas (KSOP) Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Keempat kapal itu adalah MV Thai Binh 36 dengan muatan amonium nitrat milik PT Mexis dan diageni oleh PT Andhini Samudera Jaya.
MV Nashico 08 bermuatan amonium nitrat milik PT Pindad (Persero) dengan agen pelayaran PT Tri Daya Laju, MV Lang Mas III bermuatan alat konstruksi dengan agen PT Arpeni, dan Eastern Jade bermuatan amonium nitrat milik PT Dahana (Persero) dengan agen PT Tri Daya Laju. (Delly M)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *