Tak Main-main, Jokowi Keluarkan Kode Peringatan Keras

Jakarta – Tidak sedikit kawan maupun lawan yang terkecoh dengan pembawaan sederhana Joko Widodo alias Jokowi. Lantaran hanya melihat dari sisi fisik luar, dengan kondisi postur tubuh kurus kerempeng, dengan kondisi ini tak heran jika banyak lawannya terkesan memandang remeh dan sembrono atas kemampuan yang dimiliki seorang Jokowi. Namun jangan dikira dibalik kesederhanaannya itu ternyata Jokowi memiliki kababilitas dan kepiawaian dalam mengatur langkah-langkah di percaturan politik. Dalam setiap manuver politiknya, Jokowi selalu berada beberapa langkah didepan dari para lawannya.Dalam setiap memainkan langkah strategi politiknya Jokowi tidak grusa-grusu alias tak gegabah. Bahkan tidak dengan cara main kasar, mengingat dirinya memang tulen terlahir di pulau Jawa, sehingga tak heran jika dirinya senantiasa menggunakan bahasa-bahasa halus penuh dengan tata krama kendati hatinya bak tersayat pisau lantaran kerap kali dihina dan dicaci oleh lawan-lawan politiknya. Jokowi tetap tenang dan bersabar, mengalah untuk menang. Justru dengan sikap seperti inilah terkadang justru membuat lawan tak paham langkah apa yang akan dilakukan oleh Jokowi. Salah satu strategi maut yang diterapkan oleh Jokowi, dan tak dipahami oleh lawan politiknya adalah jurus rangkul, piting lalu robohkan. Hal ini dituturkan Bambang Santoso, Ketua Kordinator Relawan Jokowi, (15/5/2019).

 

Dia mencontohkan ketika kubu Prabowo baru akan berniat, maka Jokowi sudah punya jurus pamungkas untuk mengantisipasinya. Salah satu keunggulan pria asal Solo itu dari para lawan politiknya adalah cara mendengarkan, menghargai orang, jabatan dan pekerjaan. Tidaklah heran jika terciptalah rasa hormat dan kepercayaan balik dari orang-orang tersebut kepada seorang Jokowi. Nah, dari sinilah mengalir data dan informasi ke tangan Jokowi langsung yang datang dari sumber-sumber yang tidak akan terduga oleh kubu lawan.

 

Menurutnya hal ini dapat dijadikan sebab utama kenapa Jokowi nampak labih tahu tentang apa yang bakal dilakukan oleh lawan-lawan politiknya. Hingga pada gilirannya memungkinkan Jokowi menyusun langkah jauh kedepan untuk mendahului lawan-lawannya. Sebagai orang Jawa ia mampu berkomunikasi dengan simbol, sehingga secara tidak langsung Jokowi memberikan sebuah sentilan hingga kode keras untuk dibaca dan didengar oleh lawan politiknya. Berharap kode itu dipahami oleh lawan, hingga rivalnya akan berubah sendiri, katanya.

 

Isi pidato Jokowi yang menyebutkan lima tahun kedepan dirinya tidak ada beban saat berkumpul bersama jajaran dan kabinetnya di Istana Negara, Kamis 9 Mei 2019 lalu, dari perkataan Jokowi ini merupakan sebuah kode keras yang menjadi bagian dari serangkaian kode-kode yang sebelumnya pernah ia sampaikan. Kuncinya terletak pada pernyataan Jokowi selanjutnya. Lengkapnya, hati-hati jangan terjebak rutinitas pola lama harus distop, kita harus berhenti. “Lima tahun kedepan, mohon maaf saya sudah nggak ada beban, saya sudah nggak mencalonkan lagi, apapun yang paling baik buat negara akan saya lakukan, “tegas Jokowi.

 

Ini sebenarnya adalah kode yang amat sangat keras terhadap lawan politiknya yang dianggap kerap melakukan apapun termasuk demi syahwat berkuasa mereka. Sebelum pidato ini disampaikan sebenarnya Jokowi juga pernah menyampaikan kode-kode serupa.

 

Seperti dilansir seword.com, (11/5/19), pada hari yang sama Prabowo Subianto juga mengundang media asing ke markasnya untuk curhat yang akhirnya malah terjadi gol bunuh diri, salah satu media asing justru menyebut, Indonesia’s Prabowo must face reality and accept defeat. Again. “Media asing minta Prabowo menghadapi kenyataan dan menerima kekalahan, lagi.”

 

Sementara itu Presiden Jokowi menggelar buka bersama dengan para pejabat negara dan pemimpin lembaga negara. Dalam acara ini Jokowi melempar satu kode yakni dengan menyebut pileg dan pilpres 2019 berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini diungkapkan didepan Zulkifli Hasan dan Fachri Hamzah dan banyak lagi termasuk sejumlah menteri kabinet.

 

Siangnya dihari yang sama, Menteri Polhukam Wiranto juga menyebutkan rencana pembentukan tim hukum nasional untuk merespon tindakan, ucapan maupun pemikiran tokoh yang mengarah ke tindakan melawan hukum. Tanpa dijelaskan kira-kira kita dapat menangkap benang merah yang diucapkan oleh Jokowi maupun Wiranto dihari yang sama. Ini merupakan peringatan bahwa Jokowi tak lagi pasif terhadap tuduhan, tudingan, fitnah hoax maupun niat rusuh.

 

Jokowi juga sudah tahu soal Prabowo mengundang media asing beberapa hari sebelumnya, hingga akhirnya kode ini pun dikeluarkan. Jokowi juga sudah tahu bahwa bakal ada yang mendemo gedung KPU dalam minggu-minggu ini.

 

Selain itu, Jokowi juga juga sudah mencium gelagat adanya people power pada 22 Mei mendatang. Yang akhirnya terjadi maraknya penangkapan teroris pada beberapa hari yang lalu, semua hal ini  berhubungan.

 

Meski telah dikasih kode ternyata para pendukung, baik diakui maupun tidak diakui oleh kubu Prabowo mereka tetap saja membandel. Tak pelak jika rentetan kasus hukum oleh aparat kepolisian pun digelar. Akhirnya, Eggi Sudjana ditetapkan jadi tersangka makar, Kevlin Zeen pun dicekal. Pria pengancam akan memenggal leher Jokowi, berikut seorang wanita yang sebelumnya viral di media sosial (medsos), saat aksi demo didepan gedung Bawaslu Jakarta Pusat juga langsung ditangkap. Ribuan aparat disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya demo di kantor Bawaslu yang jumlahnya dipastikan melebihi peserta demo. Kemudian, seorang dosen di Bandung mengunggah postingan terkait people power dan nyawa polisi beruntung masih dilakukan dengan cara humanis.

 

Garangnya Jokowi dalam penanganan disemua rentetan proses hukum, membuat partai PAN dan Demokrat nampaknya paham terhadap situasi ini. Oleh sebab itu, keduanya tak mengeluarkan suara lantang, terutama dalam usulan penggunaan hak angket dan pembentukan pansus pemilu 2019 dalam rapat paripurna DPR RI pada hari rabu tanggal 8 mei 2019. Bahkan Demokrat juga menegaskan dalam tim analisanya tidak menemukan kecurangan yang memenuhi unsur terstruktur, sistematis dan masif dalam pemilu 20019 ini. Belum lagi pernyataan bertolak belakang yang dilontarkan Sandiaga Uno soal pengakuan Pemilu 2019 berjalan Jurdil. Kondisi ini jelas mempertegas semakin tidak solidnya di dalam kubu mereka sendiri.

 

Prabowo nampaknya masih gagap dalam membaca masih saja tetap merencanakan demo besar-besaran berkedok people power pada 22 Mei mendatang. Mungkin sebelumnya juga masih terjadi demo-demo kecil disekitar kantor Panwaslu maupun KPU.

 

Padahal alasan Jokowi adalah menghindarkan rakyat jadi korban oleh sekelompok orang yang mau menangnya sendiri.

 

Lima tahun kedepan tidak lagi ada beban, ini merupakan sebuah isyarat bahwa batas kesabaran Jokowi sudah habis. Sehingga bisa dipastikan, gaya kemimpinan Jokowi akan jauh lebih garang jika dibandingkan pada periode sebelumnya.

 

Oleh : Bambang Santoso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *