Saham IKT Melemah, Dampak Perang Dagang AS – China dan Tak Menentunya Dinamika Politik Nasional

Rakyatmerdekanews.com,Jakarta – Akibat terjadinya suhu politik nasional terganggu dan adanya perang dagang negara adikdaya AS dan China,mengakibatkan pasar modal cenderung terganggu dengan menurunnya sejumlah harga saham terhimbas pada lemahnya IHSG sehingga harga saham Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) ikut terhimpas,begitu kata Direktur Utama IKT,Chiefy Adi K,saat berbuka bersama dan santunin anak yatim,Rabu (22/5),di Jakarta. Menurutnya,kondisi ini sangat tidak inline dengan kondisi fundamental perusahaan yang cendrung meningkat.”Situasi politik dan ekonomi yang sempat tertahan dengan adanya pemilihan Presiden dan legeslatif. Ditambah dengan meningkat ekskalasi perang daganga antara Amerika Serikat dan China membuat IHSG cendrung turun. Begitu juga saham IKT/IPCC,”katanya. Misalnya tahun 2019,pencaian operasional secara akmulasi total bongkar muat kendaraan CBU mencapai 149.683 unit atau naik 16.45 persen secara YoY. Sedangkan segmen kendaraan berat naik lebih tinggi sebesar 424.68 persen secara akmulasi hingga April 2019 dengan tercapai 77.160 unit. Sparepart naik tipis 2.57 persen menjadi 29.047 M3 sepanjang empat bulan pertama 2019.Untuk sepeda motor sepanjang empat bulan pertama 2019 sebesar 11.108 unit atau meningkat 103.36 persen. Akibat kondisi tersebut kata Direktur Operasi bahwa pencapaian operasional IKT/IPCC lebih ditopang peningkatannya oleh terminal domestik yang dipengaruhi aktivitas dalam negeri. “Aktivitas dalam negeri yang masih bergulir terlihat tidak banyak terpengaruh secara signifikan dengan adanya masalah perang dagang AS dan China. Disisi lain aktivitas ekonomi dalam negeri terlihat melambat. Namun kami tetap optimis dapat mempertahankan kinerja operasional yang banyak didukung dari terminal domestik,”ujar Indra Hidayat Sani.(Delly M)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *