Proses PL, Belanja EO Hingga Makan Minum STQH Muratara Gunakan Anggaran Fantastis 

Muratara – Perhelatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) Ke XXV tingkat provinsi Sumatera selatan yang dilaksanakan di Kabupaten Musi Rawas Utara selaku tuan rumah berjalan sukses.

Dibalik perhelatan itu perlu diketahui, Pemkab Muratara telah menggelontorkan anggaran yang cukup funtastis, baik penganggaran belanja event organizer, belanja makan dan minum yang dicover dua bagian didalam seketariat daerah pemkab Muratara.

Untuk belanja event organizer (EO), Pemkab Muratara melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) telah menganggarkan sebesar 4,4 Miliar yang dilaksanakan dengan proses penunjukan langsung (PL) dikarenakan terbatas nya waktu yang tidak memungkinkan untuk dilakukan tender/lelang kembali.

Berdasarkan hasil pantauan kami, Belanja EO yang dianggarkan oleh bagian kesra itu dalam menentukan pelaksana atau rekanan pihak ketiga, terlebih dahulu sebelumnya menggunakan metode tende/lelang, dan disaat itu diketahui calon pemenang tender telah ditemukan, namun karena tidak datang kekantor ULP untuk PK, alhasil pemenang tersebut dibatalkan. Hal itu kembali terulang di saat menentukan pemenang di proses tender kedua. Dengan alasan itu Bagian kesra melakukan metode penunjukan langsung.

Sedangkan untuk belanja makan dan minum, seketariat daerah melalui bagian kesra telah menganggarkan sebesar 400 juta. Namun didalam proses, kesra hanya merealisasikan sebesar 196 juta dengan metode penunjukan langsung (PL).

Hal tersebut diketahui berdasarkan keterangan Nawawi Kepala Bagian Kesra yang menjelaskan bahwasan nya, belanja makan dan minum yang dianggarkan sebelum nya sebesar 400 juta hanya terealisasi sebesar 196 juta dikarenakan harus dilaksanakan menggunakan metode penunjukan langsung dengan alasan terbatas nya waktu apabila metode yang digunakan yakni metode tender/lelang. Rabu (12/06).

“kalau anggaran diatas 200 juta harus dilelang, karena tidak memungkinkan lelang jadi menggunakan metode PL, anggaran nya harus dibawah 200 juta. Kalau tidak PL tidak bisa dijalani, kalau mau di umum semua, ya kita kasihan dengan umum. Mana lelang EO bermasalah juga kemaren, ribut – ribut juga,” ujar Nawawi.

Lanjut Nawawi, belanja makan dan minum tersebut diperutukan bagi panitia dan hakim, mulai dari tanggal 24 pagi sampai 30 malam. Untuk pihak ketiga, bagian kesra menunjuk CV. Muratara Perkasa Jaya.

Tak hanya di bagian kesra, seketariat daerah muratara juga menganggarkan belanja makan dan minum melalui bagian umum dan perlengkapan dengan nilai anggaran masing – masing yakni, belanja makan dan minum pembukaan STQH sebesar 200 juta, dan untuk penutupan dianggarkan sebesar 180 juta. (TIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *