Stop Kerusuhan, RIB Kawal Putusan MK dengan Aksi Damai di Tugu Proklamasi

Jakarta – Ratusan Pimpinan Presidium Relawan Indonesia Bersatu yang merupakan Koalisi 50 Organ Relawan Jokowi melakukan Aksi Damai sebagai wujud dukungan moral kepada apapun nantinya bentuk dan hasil putusan MK (27/6).

Aksi ini diisi dengan orasi para Pimpinan Relawan yang pada intinya memahami larangan Menkopolhukam, Kapolri dan KSP Moeldoko agar para Relawan tidak melakukan aksi disekitaran gedung MK pada Kamis, 27/6.

” Secara hukum kami para Relawan 01 taat azaz dan taat aturan, sebab Pak Kapolri, Pak Menkopolhukam dan Pak Moeldoko sudah menginstruksikan jangan ada aksi pengerahan massa disekitaran MK hari ini, sehingga kami tidak secara massif menurunkan seluruh anggota dan simpatisan kami yang semula direncanakan akan menurunkan puluhan ribu massa untuk aksi hari ini ke MK” Ujar Lisman Hasibuan selaku Kornas Presidium RIB dalam Orasinya.

“Tapi secara Moral, melihat banyaknya simpatisan dan Relawan pendukung Paslon 02 Prabowo disekitaran MK hari ini, maka akhirnya kami tetap melakukan aksi damai ini di Tugu Proklamasi, dan kami hanya menghadirkan para pimpinan-pimpinan Relawan yang tergabung di RIP” lanjut Lisman.

“Kami akan pantau dan awasi perkembangan gerakan Massa yang ada disekitaran MK, jika terjadi hal yang tidak diinginkan pasca putusan MK hari ini, maka kami akan siap membantu aparat TNI Polri disekitaran MK” Ujar Ketua Umum Relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) ini.

Tampak di arena aksi hadir para pimpinan-pimpinan Relawan 01 yang tergabung dalam Presidium RIB.

Menurut Lisman, Aksi damai ini akan terus bertahan di lokasi sampai adanya putusan MK dan bubarnya massa pendukung 02 yang ada di sekitaran MK.

” Aparat harus tegas untuk membubarkan massa yang ada di sekitaran MK, sebab ini adalah aturan dan instruksi Menkopolhukam dan Pori, demi mencegah terulangnya kembali korban kerusuhan Massa seperti yang terjadi pada 22 Mei 2019 yang lalu, maka sebaiknya segera bubarkan massa disekitaran MK sebelum pukul 18.00 WIB sore ini” tegas Lisman.

” Kami aja tertib dan taat hukum dengan tidak melakukan aksi disekitaran MK, lalu kenapa mereka mereka yang aksi di sekitaran MK bisa dibiarkan, ini tidak adil namanya” ujar Putra medan yang lahir dan besar di Papua ini. (Rei)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *