Soal Jabatan Menteri Bagi Eks Aktifis 98, Kelompok Studi Trisakti dan TUJ: Pilihlah yang Kompeten dan Profesional Dibidangnya

Jakarta – Pasca penetapan presiden dan wapres terpilih di KPU, Kelompok Studi Trisakti (“KST”) bersama TUJ mengadakan diskusi santai dengan topik “Peranan ex-aktifis 98 mengawal reformasi dalam pemerintahan Jokowi – Maruf 2019-2024” di Pepper Lunch, Pacific Place, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Hadir dalam diskusi tersebut Ketua umum KST, Eric Asmansyah, M.H., Ketua TUJ, Muhanto Hatta atau Bang Ancho, Sekjend TUJ, Sarah Wijanarko dan Andika Rizki.

Dalam diskusi tersebut, baik ketum KST dan Ketua TUJ, menyampaikan ucapan Selamat atas terpilihnya kembali Ir. H. Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia dan KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019 – 2024.

“Rasa syukur diucapkan kehadirat Allah Swt, bahwa proses demokrasi melalui pemilihan umum telah selesai, walaupun diakui bersama bahwa masih banyak hal yang harus dikoreksi dan diperbaiki sehingga besar harapan pemilihan umum berikutnya harus lebih baik lagi,” kata Eric dan Muhanto dalam keterangan tertulisnya kepada awak media.

Menurut Eric Asmansyah, Dengan terpilihnya pak Jokowi dan Pak Kyai Maruf Amin, ada tugas berat lain yang diemban selain harus melaksanakan program-program dan janji pak Jokowi dalam 5 tahun ke depan, yaitu memilih putra putri terbaik bangsa untuk masuk ke dalam tim kerja Jokowi – Maruf 2019-2024.

“Tim kerja Jokowi – Maruf nantinya harus mampu mewujudkan program dan janji pak Jokowi sebagaimana dipaparkan pada debat capres lalu, untuk mewujudkannya tim kerja atau apapun namanya, harus mampu menangkap dan memahami program kerja yang dijabarkan pak Jokowi dan pak Maruf sehingga dapat tercapai sesuai harapan. Dan yang paling utama, tim kerja harus siap dan mampu mengimbangi cara kerja pak Jokowi,” ungkap Eric.

Eric menambahkan, “ex-aktifis 98 sudah saatnya berperan aktif di dalam pemerintahan sekaligus mengawal reformasi berjalan dengan baik dan memastikan penyelesaian perkara Trisakti, Semanggi dan pelanggaran HAM lainnya dituntaskan.

“Pak Jokowi harus sangat teliti memilih calon Menteri dan pejabat terkait, harus yang berkompeten di bidangnya dan profesional dan “bisa bekerja ala Pak Jokowi”. Jangan asal ex-aktifis 98 lalu dipilih, tapi harus benar-benar disaring dan kompeten dibidangnya” ujar Eric.

Senada dengan hal itu, Muhanto Hatta, yang biasa disapa Bang Ancho, mengatakan bahwa kriteria tim kerja Pak Jokowi – Maruf periode 2019 – 2024 harus berintegritas dan tentunya sesuai dengan nawacita yang selama ini diusung oleh pak Jokowi.

“Selain memiliki integritas dan memiliki kapasitas yang mumpuni, syarat yang tidak kalah penting adalah harus setia kepada Pancasila dan UUD 1945 serta NKRI,” Tandasnya. (Roby Gobriz/Awad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *