Sat. Mar 28th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

IPC RAIH LABA BERSIH 1,51 TRILIUN 2019 DISAAT EKSPOR-IMPOR MENURUN

Rakyatmerdekanews.com,Jakarta – Perusahaan yang berlabel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN),PT Pelindo II/IPC mengalami penurunan bidang eksport-impor. Namun pada Semester 1 tahun 2019,merah laba bersih Rp 1,51 triliun. Capaian ini naik 25 persen dibandingkan semester I tahun 2018 yang tercatat Rp. 1,21 triliun. Keterangan rilis yang diterima Rakyatmerdekanews.com,kata Direktur Utama IPC, laba bersih mengalami kenaikan, kinerja dan operasional perusahaan secara umum tidak dapat terlepas dari pengaruh kondisi ekonomi. berdasarkan BPS, sepanjang semester I 2019 aktivitas ekspor turun 8,6 persen dan impor turun 7,6 persen.

“Kami berupaya mempertahankan tren kenaikan laba bersih perusahaan yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, di tengah kondisi ekonomi yang penuh dengan tantangan. Laba bersih ini dicapai dari efisiensi dan cost effectiveness,” ungkap Elvyn G Masassya,pada Jumat (26/7/2019),di Jakarta.

Menurutnya, penurunan tercermin pada aktivitas bongkar muat peti kemas yang mengalami sebesar 1,03% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018, yakni dari 3,38 juta twenty foot equivalent units (TEUs) menjadi 3,35 juta TEUs.

Penurunan juga terjadi pada arus kapal mencapai 3,7 persen dibandingkan semester I 2018, yaitu dari 104,6 juta Gross Ton (GT) menjadi 100,81 juta GT.

Sementara itu, arus barang relatif sama, naik tipis 3,4 persen, dari 27,4 juta ton menjadi 28,4 juta ton. Khusus untuk arus penumpang, terjadi kenaikan dari 317 ribu menjadi 553 ribu penumpang, atau tumbuh sebesar 74 persen.

“Kami optimistis kinerja operasional dan keuangan kembali positif pada semester II ini, sesuai dengan pelaksanaan sejumlah upaya bisnis yang diproyeksikan terealisasi sesuai jadwal” ucapnya.

Saat ini, lanjut Elvyn, IPC terus mengembangkan digitalisasi untuk efisiensi operasional di lapangan. Dalam waktu dekat IPC akan meluncurkan aplikasi logistik untuk memudahkan pergerakan barang mulai dari dermaga, pergudangan, hingga pendistribusiannya ke luar area pelabuhan. Aplikasi logistik dengan platform digital ini merupakan bagian dari upaya IPC untuk menjadi trade facilitator.

“Kita ingin semua operasional di pelabuhan lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah. Tak ada lagi yang manual. Semuanya berbasis digital dan cashless,” jelas Elvyn.

IPC terus melanjutkan Proyek Strategis Nasional sesuai penugasan dari Pemerintah, termasuk salah satunya mempercepat pembangunan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang direncanakan akan mulai beroperasi pada 2020. (Delly M)