Kapal Pesiar akan Wisata Kelilingi Danau Toba Lewat Tano Ponggol

Rakyatmerdekanews.com, SAMOSIR – Presiden Jokowi meninjau pelebaran alur dan rencana pembangunan jembatan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir pada Rabu (31/7/19) siang. Di lokasi ini presiden kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk membenahi kawasan Danau Toba agar menjadi destinasi wisata yang menarik.

“Diperlebar menjadi 80 meter, nanti kapal bisa keliling Samosir,” ujar Jokowi.

Pelebaran dan pendalaman alur Tano Ponggol yang memisahkan daratan Sumatera dengan Pulau Samosir dalam waktu dekat akan segera rampung. Hal ini diyakini akan memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk dapat mengelilingi Danau Toba dengan menggunakan kapal pesiar berukuran besar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol di Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menjelaskan, alur Tano Ponggol saat ini memiliki lebar rata-rata 25-26 meter dengan kedalaman hanya tiga meter.

“Dengan ditambah kedalaman dan lebarnya, kapal cruise bisa mengelilingi Pulau Samosir sepenuhnya,” papar Basuki saat meninjau lokasi, Senin (29/7/19) lalu.

Melalui proyek yang telah dikerjakan sejak Desember 2017 itu, nantinya lebar Tano Ponggol akan bertambah menjadi 80 meter, sedangkan kedalamannya menjadi delapan meter.

Progres pengerjaan sudah sekitar 74 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Adapun proyek pelebaran alur Tano Ponggol dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, dengan kegiatan utama pelebaran dan pendalaman alur.

Tano Ponggol sendiri diketahui memiliki panjang mencapai 1,2 kilometer. Adapun proyek yang menelan anggaran Rp 313 miliar tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2019 mendatang.

Tak cuma pelebaran, proyek ini dipastikan akan memberikan penyesuaian terhadap Jembatan Tano Ponggol yang saat ini telah berdiri. Jembatan sederhana dengan bentang 25 meter tersebut nantinya akan dibongkar dan akan digantikan dengan jembatan baru yang lebih baik kualitasnya.

Pekerjaan tersebut akan memindahkan tanah sebanyak 571.562 m3 untuk mendapatkan elevasi dasar alur pada 897 mdpl. Kontrak pekerjaannya dimulai Desember 2017 dan akan selesai Desember 2019 dengan anggaran mencapai Rp 313 miliar.

Sementara pada sisi kiri dan kanan nantinya akan menggunakan steel sheet pile untuk menjaga kekuatan tanggul. Setelah dilakukan pelebaran, pada sisi kiri dan kanan juga akan dibangun jalur pedestrian Sepanjang 1,5 Km oleh Pemerintah Kabupaten Samosir.

Terkait rencana pembangunan jembatan ini, Basuki menuturkan, saat ini tengah dibahas dengan Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah untuk menentukan tingkat ketinggian yang optimal.

Dengan adanya jalur pelebaran alur ini, secara otomatis perlu dilakukan penyesuaian desain Jembatan Tano Ponggol sebagai satu-satunya akses darat menuju Pulau Samosir dari Pulau Sumatera. Ini bertujuan agar kapal pesiar besar dapat melewati sisi bawah jembatan.

Sebagai informasi, kondisi jembatan saat ini hanya memiliki bentang 25 meter dan freeboard cukup rendah, sehingga kapal besar belum dapat melewatinya.
Konstruksi fisik jembatan rencananya akan dimulai pada 2020 dan ditargetkan selesai pada 2021 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 297,15 miliar.

Rencananya, panjang Jembatan Tano Ponggol yang baru akan memiliki panjang sekitar 1 km dengan 2 lajur. “Kalau terlalu tinggi tentu biayanya lebih mahal, tapi kalau terlalu pendek tentu tidak bisa dilewati kapal. Sehingga kita akan cari, apakah 10, 15 atau 9 meter, untuk itu saya harus konsultasi dengan Menteri Perhubungan,” jelasnya.

Dalam pengembangan kawasan Danau Toba, penataan lokasi wisata serta pembangunan infrastruktur pendukung akan berjalan secara paralel atau bersamaan. Presiden Jokowi akan memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pengembangan kawasan Danau Toba. (Jons)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *