Mon. Feb 17th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Hari Gini Masih Ditemukan Pintu KA Liar di Pesanggrahan Jakarta Selatan

RakyatMerdekaNews. com, Jakarta – Meski, sudah berjalan hingga bertahun – tahun, namun anehnya pintu penutup kereta api yang berlokasi di komplek Bumi Bintaro Permai, RW. 08, Pesanggrahan Jakarta Selatan itu masih liar, karena memang belum diakui oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Bahkan, hingga saat ini masih menggunakan cara swadaya masyarakat disekitar kawasan tersebut.

Palang penutup, pintu kereta api yang menghubungkan antara Perumahan Bumi Bintaro Permai Kelurahan Pesanggrahan dan Perumahan Bintaro Jaya itu sudah berbulan-bulan mengalami kerusakan. Tak pelak, pada saat kereta akan melintas, penjaga kereta api harus senantiasa siap dan cepat untuk memberikan tanda kepada kendaraan yang akan melintasi rel kereta api dengan memakai bedera merah menyetop para kendaran. Apa pasal, kareba akses itu sudah menjadi jalan umum.

Ketika media ini menemui Udin (54 thn), salah seorang penjaga pintu kereta api di pos pejagaan (8/8/19), ia menuturkan, sudah sekian lama pintu atau palang pintu itu rusak. Kendati telah dilas, tapi kondisi las-lasannya tidak kuat, karena setiap digunakan bebanya berat, ”tuturnya.

Belum lama ini, yakni pada bulan Oktober 2018 lalu, diberikan alat oleh pihak Dishub, tetapi tidak kuat lama, karena bahannya mudah sekali patah.

“Kami sudah berkali-kali mengelas ini, tapi lagi-lagi patah kembali, itupun tidak sampai hitungan tahun. Karena saat itu dipasang pada bulan Oktober sementara sekarang bulan Agustus. Kan hanya 10 bulan, “ujar Udin sambil menunjukkan barang (sensor).

Ketika disinggung disekitar berapa jumlah gaji yang diterima, “Ya Alhamdulillah, satu bulan menerima Rp. 1. 500,000, dan dapat beras 10 kg/ bulan. Kan ini bukan di gaji KAI, tapi disini kan swadaya masyarakat kepedulian dari warga komplek Bumi Bintaro Permai yang dikelola oleh RW. 08 Kelurahan Pesanggrahan, “jelas Udin.

Ditemui media ini, Santoso salah seorang warga saat mengendarai mobil Acord ketika menunggu kereta api yang melintas menuturkan, kami setiap pagi melintasi jalan ini, memang itu palang penutupnya rusak. Jadi ini semestinya menjadi bahan pertimbangan pemerintah terutama Dishub atau Kereta Api Indonesia (KAI), tuturnya.

Apapun alasanya, hal ini sudah menjadi kebutuhan orang banyak dan ini rawan sekali kecelakaan. ”Kamu tunggu didepan sana, saya mau menepi dulu. Karena kereta sudah selesai melintasi, “ucapnya sambil menginjakan gas mobilnya.

Hasil pantauan di lapanhan, penjaga kereta dengan susah payah mengatur para kendaraan yang akan melintasi jalanan tersebut. (Nav)