Yayasan Rumah Ohana Santuni 150 Anak Kurang Mampu

 

 

 

 

TANGSEL, rakyatmerdekanews.com- Wajah anak-anak kurang mampu nampak ceria di kantor Shelter yayasan sosial Ohana di Perumahan Graha Raya Bintaro Cluster Kiwi KR 21, Kecamatan Pondok Aren, Kabupaten Tangerang Selatan. Mereka mendapatkan bantuan pendidikan dari yayasan sosial rumah Ohana.

Ibu Ohana dari Yayasan rumah Ohana mengungkapkan kepada awak media, jumlah anak-anak binaan sekitar 150 orang yang tersebar di beberapa wilayah dan 5 tinggal di shelter Tangerang Selatan, sisanya masih tinggal di rumah masing-masing meliputi wilayah Tangsel dan Rumpin Kab.bogor Jawa Barat, Tasikmalaya dengan pengontrolan dari yayasan Ohana.

“Jumlah anak-anak yang di bantu dan di santuni yayasan rumah Ohana sekitar 150 orang. Dan setengah nya adalah anak anak berusia dini. Kebutuhan mereka kita penuhi, mulai biaya sekolah, baju seragam dan anak-anak ini di fokuskan untuk menerima pendidikan, agar mereka bisa baca tulis dan jadi orang pintar melalui sekolah gratis taman kanak kanak ohana 1, yang terletak di Kp.Banjar Pinang – Rumpin Bogor,” ucap Ohana kepada awak media, Jumat ( 09/8/2019).

Ia menambahkan, Yayasan Sosial Ohana didirikan karena pengalaman pribadi.

“Saat kecil saya susah untuk sekolah, jarak rumah dengan sekolah 18 km, dengan jarak yang jauh dan fasilitas yang minim, akhirnya saya bisa selesaikan sekolah dengan susah payah,” terang Ohana.

Menurutnya, mulai dari situ, niat dirinya kuat untuk membantu orang-orang susah dalam menempuh pendidikan dan saya bersyukur bisa berdiri yayasan sosial Ohana ini.

Selain di pendidikan, ada 4 program kemanusian yang sudah di laksanakan oleh yayasan ohana untuk anak tidak mampu dan terlantar.

Misi pertama adalah melakukan pelayanan pendidikan gratis ,ke kedua melakukanpendampingan hukum, yang ketiga pendampingan kesehatan, yang terakhir pemberdayaan lingkungan dengan pelatihan dan seni kerajianan.

Menurut ohana ada satu kisah yang membuatnya terenyuh, ada seorang balita di jawa barat, bayi ini lahir dengan kondisi tidak mempunyai anus,kondisi bayi inipun di tinggalkan kedua orang tuanya.

“Bayi ini tinggal dengan nenek nya, yang sudah sakit-sakitan, akhirnya kami berjuang agar anak ini bisa sehat dan selamat, Selama 1,5 bulan kami melakukan pendampingan di rumah sakit di kota bandung, Alhamdulillah sekarang kondisi bayi tersebut sudah sehat dan normal kembali” lanjut Ohana.

Dengan kejadian diatas, dirinya berharap masyarakat lebih peduli dengan lingkungan sekitar,agar anak-anak bisa sekolah.

Ketika awak media bertanya, bagaimana kalo ada donatur yang ingin memberikan sumbangsih.

“Agar para donatur tersebut datang langsung ke kantor yayasan ohana, agar mereka bisa tahu kegiatan yang kita sudah lakukan,” imbuhnya.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *