Sun. Feb 23rd, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

DAG Prediksi Suasana Memanas Jelang Pelantikan Presiden

 

Rakyatmerdekanews.com, JAKARTA – Kelompok radikalis dan anti Jokowi akan bersatu, mereka menganggap Jokowi sebagai Abu Jahal masakini yang wajib ditumbangkan.

Kelompok radikalis dengan segala upaya akan menggulingkan pemerintahan Jokowi, dan hari ini apapun nama organisasinya asal sama-sama anti terhadap pemerintah maka mereka akan bersatu dalam aksi.

Menurut Ketua Bidang (Kabid) Kontra Radikalisme dan Terorisme Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demi Anak Generasi (DAG), Ken Setiawan, salah satu paham yang diajarkan kelompok radikal kepada para anggotanya adalah menganggap kondisi hari ini jahiliyah sama seperti kondisi negara Mekkah ketika di pimpin Amr Bin Hisyam alias Abu Jahal.

Amr bin Hisyam alias Abu Jahal adalah salah seorang pemimpin penduduk Mekkah yang terkenal akan permusuhannya terhadap kaum muslim.

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center yang juga merupakan mantan aktivis NII ini mengamini bahwa pada saat dia bergabung juga diajarkan bahwa kondisi hari ini dianggap jahiliyah sama seperti kondisi Mekah saat di pimpin oleh Abu Jahal.

“Kenapa kok jaman modern dan masakini dianggap jahiliyah dan presiden dianggap Abu Jahal, karena walaupun cerdik dan pintar tapi kelompok radikalis menganggap Jokowi ingkar terhadap ayat Allah dan bahkan memusuhi umat Islam dengan mengkriminalisasi beberapa ulama panutan radikalis,” ucap Ken, Selasa (27/8/2019) siang.

Ken mengatakan, kelompok radikalis menganggap presiden dan pemerintahannya dzalim. Aparatnya mengkriminalisasi tokoh agama, orang yang hendak mendirikan negara Islam ditangkap dan dipenjarakan.

Jokowi dianggap Abu Jahal masakini karena dianggap pemerintahan dibawah Jokowi telah melawan hukum Allah,  misalnya ada minuman keras legal dan tersebar di toko-toko berarti pabriknya diijinkan pemerintan dan otomatis pemerintah juga melawan hukum Allah. Sebab minuman keras dilarang dalam agama Islam.

Kelompok radikalis yakin bila pemerintahan Jokowi tumbang maka mereka akan mengganti sistem negara dengan negara Islam, pemerintahan Islam yang menurut mereka adalah janji Allah untuk diperjuangkan sampai titik darah penghabisan.

Dia mengatakan bahwa kelompok radikalis yang menganggap Jokowi sebagai Abu Jahal masakini sudah cukup banyak di Indonesia, tersebar di seluruh provinsi. Masyarakat harus waspada, diduga mereka akan bergerak untuk membuat suasana tak terkendali.

Perekrutan radikalis sangat masif,  bukan hanya di kalangan sipil, tapi di kalangan aparat TNI/ POLRI dan ASN juga banyak yang terpapar paham radikalis tersebut. Bila tidak dicegah, maka mereka akan terus membesar dan dapat membahayakan kedaulatan bangsa.

Kegiatan pencegahan masih sangat minim sedangkan radikalis bergerak masif 24 jam, jadi ibarat lari kita itu kalah jauh sama mereka.

Dirinya berharap, pemerintah lewat kementerian dan lembaga serta dinas terkait memberikan langkah preventif yang masif di kalangan masyarakat agar masyarakat memahami dan terhindar dari bahaya radikalisme.

Ditempat terpisah, Sekjen DAG, Susanday Tom Jones mengecam keras jika terjadi aksi-aksi anarkis yang berpotensi menimbulkan kerusuhan jelang pelantikan presiden.

“Kita tidak ingin situasi memanas sampai berujung pada kerusuhan, karena yang sangat dirugikan adalah bangsa Indonesia sendiri” ujar pria yang biasa disebut Tom Sitohang ini.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan situasi yang kondusif agar tidak terjadi aksi-aksi yang berujung rusuh. (Jons)