BNN Gelar Bimtek Stakeholder Kawasan Rawan Narkoba Pedesaan

Gayo Lues, rakyatmerdekanews.com – Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI bersama BNNK Gayo Lues menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Stakeholder Pada Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba Pedesaan Di Kabupaten Gayo Lues, yang berlangsung di Hotel Nusa Indah, Blangkejeren. Rabu 11 September 2019.

Acara dimulai pada Pukul 08.30 Wib, yang dibuka langsung oleh Kepala BNN RI pada kesempatan ini diwakili oleh Direktur Pemberdayaan alternatif BNN RI Brigjen Pol. Drs. Andjar Dewanto, S. H, MBA. Adapun jumlah peserta yang hadir 50 orang yang terdiri dari unsur SKPK/Forkopimda, para pengulu, Petani Desa Agusen, dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Gayo Lues. Narasumber kegiatan terdiri dari
1. Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI Brigjen Pol. Drs. Andjar Dewanto, S. H., MBA
2. Kepala BNNK Gayo Lues Fauzul Iman, ST, M. Si
3. Sekda kab. Gayo Lues H. Thalib, S.Sos., MAP diwakili oleh Asisten III Gayo Lues Ir. Bambang Waluyo
4. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues Zakaria, S. Hut diwakili oleh Sekretaris Dinas Pertanian Edwar Canto, SP. MP
5. Asisten I Kabupaten Gayo Lues Ardansyah, S. Pd, MAP

Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI Brigjen Pol. Drs. Andjar Dewanto, SH, MH, dalam pembukaan kegiatan tersebut membacakan sambutan Deputi Pemberdayaan Masyarkat BNN RI Irjen Pol. Dunan Ismail Isja, MM, yang menyampaikan bahwa Kegiatan Bimtek ini merupakan upaya untuk meneguhkan kembali komitmen kita dalam menjalankan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN bersama dalam Implementasi Grand Design Alternatif Depelopment Tahun 2016-2025 di Provinsi Aceh.

“Dari hasil kegiatan ini mari kita berupaya mensinergikan program kerja, membuat rencana kedepan tentang pentingnya secara bersama dalam memberdayakan masyarakat dengan tugas pokok dan fungsi dalam dalam mensukseskan program Alternatif Development khususnya di Kabupaten Gayo lues” , imbuhnya.

Ancaman narkoba saat ini di Aceh sudah nyata didepan mata khususnya sabu dan kultivasi ganja. Seolah Aceh mengalami tsunami narkoba yang sangat dahsyat berpotensi merusak sumberdaya manusia Aceh yang unggul dan terus meningkat derajat indeks pembangunan manusianya”.

Menjadi Narasumber pada kegiatan ini, Kepala BNNK Gayo Lues Fauzul Iman, ST, M. Si dalam materi berjudul “Strategi dan Kebijakan Program GDAD dalam Membangun Sinergitas di Gayo Lues” saat ini Aceh sudah menjadi darurat narkoba, dengan marak dan meluasnya penanaman ganja yang semakin tak terkendali dan pecandu narkoba sudah meningkat, maka dari itu BNN terus gencar melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba juga dengan Kearifan Lokal dan berbagai upaya lainnya seperti Program Alternatif Development.
Pokok – pokok Alternatif Development 2016 – 2025 ( AD ) yaitu bermitra & bersinergi dibidang ;
sosial Budaya, yaitu membangun manusia & budaya melalui hidup sehat, pendidikan karakter, pelatihan keterampilan, pembinaan dan kewirausahaan.
Bagian ekonomi, yaitu membangun produksi tanam dan pengolahan ( agro industry) dan pengembangan wisata & edukasi ( agro wisata ).
Keamanan dan ketertiban, meningkatkan operasi eradikasi, pencegatan, pelaporan masyarakat pembinaan kesadaran hukum & sistem keamanan lingkungan.
Lestarikan lingkungan, melestarikan & menjaga hutan & sumber daya hutan melalui gerakan cinta hutan & kembali ke desa.
Ketahanan pangan yaitu meningkatkan ketahan pangan melalui diversifikasi pangan, pengembangan tanaman pangan non padi,
Bagian agrowisata memaksimalkan pembangunan sector wisata dan ekonomi kreatif guna meningkatkan pendapatan perkapita.

Menurut Fauzul, untuk mengatasi permasalahan darurat narkoba saat ini adalah melalui Program Alternatif Development”dan life skill guna memutus mata rantai peredaran gelap narkotika, diperlukan sinergitas antara BNNK, Pemda Gayo Lues, dan TNI/POLRI juga para pemuka agama jelasnya yang didampingi moderator Kasubbag Umum BNNK Gayo Lues Zulkarnaen, S. Ag.

Selanjutnya paparan dari Sekda kab. Gayo Lues H. Thalib, S.Sos., MAP diwakili oleh Asisten III Gayo Lues Ir. Bambang Waluyo menyampaikan bahwa permasalahan narkoba terbesar saat ini baik di tingkat global, Asia, dan Nasional adalah penyalahgunaan ganja. Ganja telah menjadi akar masalah narkotik, kejahatan dan dampak sosial ekonomi serta kerusakan hutan di Indonesia.

“Tujuan Grand Design Alternative Development adalah untuk Mengentaskan produksi ganja di provinsi Aceh terutama di 3 Kabupaten yang salah satunya adalah Kabupaten Gayo Lues”, Imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Asisten I Kabupaten Gayo Lues Ardansyah, S. Pd, MAP mengatakan bahwa permasalahan ganja di Gayo Lues sejak lama dikenal secara luas sebagai wilayah produsen Ganja, bahkan ganja nya yang di dunia. Untuk mengatasi masalah tersebut BNN mencanangkan Program Pemberdayaan Alternative Development dengan maksud Mengentaskan produksi Ganja di Provinsi Aceh, terutama di Kabupaten Gayo Lues.

“Pemerintah kabupaten Gayo Lues, berkomitmen mengembangkan sektor pertanian, terutama untuk Mengentaskan rumah tangga miskin dan sekaligus komoditas unggulan Kabupaten Gayo Lues”. Imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues Zakaria, S. Hut diwakili oleh Sekretaris Dinas Pertanian Edwar Canto, SP. MP menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten gayo lues akan terus memberikan dukungan terhadap keberhasilan program Alternative Development.

“Kabupaten Gayo Lues merupakan daerah sentra tanaman perkebunan. Komoditi unggulan di bidang perkebunan antara lain seperti Kopi, nilam, tembakau, sere wangi dan cokelat, yang harus dikembangkan untuk Mengentaskan kemiskinan”. Jelas Edwar.

Kemudian kegiatan di lanjutkan dengan sesi Tanya jawab, menyanyikan Lagu Padamu Negeri dan sesi poto bersama. (Kasimsyah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *