Mon. Feb 17th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Diduga Jaringan Napi Lapas Kelas II Ternate, BNNP Malut Ringkus Lima Orang Pelaku

Penyidk BNNP Malut ,AKP D Nyoman Adyana didampingi Humas Zulziahwati dan Kabid P2M Haeruddin Umaternate saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor Humas BNNP Malut.

RakyatMerdekaNews.com,Ternate
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara mensinyalir adanya dugaan peredaran narkoba dikendalikan dalam Lapas Kelas II Ternate.Pasalnya lima orang yang di tangkap oleh penyidik BNNP Malut mengaku membeli shabu berdasarkan dari dalam lapas.(17/09)

Penyidik BNNP Malut,AKP D Nyoman Adnyana saat melakukan prees realese kepada awak media di lantai 3 kantor BNNP Malut mengatakan bahwa pihaknya menduga adanya pengendalian peredaran narkoba dari Lapas kelas II Ternate berdasarkan pengakuan dari lima orang yaitu Wahyudi alias Yudi (29) tukang ojek,Cristian alias chris (40) karyawan Manado Optik Ternate ,Mulyadi Dahlan alias Mul (38) honorer Ditlantas Polda Malut,Safril Boamona (41) montir servis elektronik.

” Wahyudi di tangkap di jalan raya Kelurahan Tanah Tinggi ,Kecamatan Ternate Tengah pada saat akan memberikan shabu dengan berat o,33 gram kepada Cristian.Dan selanjutnya petugas mendapatkan 6 paket kecil narkotika golongan satu jenis ganja seberat 5,93 gram yang di temukan tepat di samping rumah cristian.sehingga kedua langsung di tangkap,”paparnya.

AKP D Nyoman Adnyana yang di dampingi oleh Kabid P2M ,Haeruddin Umaternate dan Humas BNNP Malut Zulziahwati menjelaskan bahwa hasil interogasi dari kedua tersangka tersebut mengarah kepada Zulfikar alias Apek yang saat ini masih menjalani masa hukumannya di lapas kelas II Ternate.

” Chris mengaku membeli shabu dengan cara mentransfer uang sebanyak Rp .500.000,- melalui Bank BCA cabang Ternate dan Yudi di suruh oleh Zulfikar untuk mengantar shabu tersebut,”jelasnya.

Penyidik BNNP Malut ini juga menerangkan bahwa untuk Mulyadi dan Safril di tangkap saat menyalahgunakan narkoba jenis shabu dirumahnya di Kelurahan Kalumpang Lingkungan Tanah Masjid dan menurut pengakuan keduanya,mereka membeli shabu dengan cara patungan (urunan)seharga Rp .500.000,- yang di kirim dari tahanan Lapas Kelas II A Ternate yang bernama Rijal Ato .

“Dari tangan kedua tersangka,petugas BNNP Malut menyita barang bukti satu bungkus kecil narkotika jenis shabu seberat 0,10 gram,2 telepon genggam (HP) merk samsung dan alat hisap shabu.Namun dalam pemeriksan tes urine kepada Mulyadi dan Safril tidak terdeteksi penyalahgunaan narkotika yang artinya negatif karena menurut keterangan dari mereka bahwa keduanya memakai barang haram tersebut terakhir pada tiga atau empat bulan sebelum terjadi penangkapan,”terang Nyoman.

Nyoman menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan penangkapan kepada Rachmat Hidayat alias Amat (27) warga Kelurahan Tobeleu ,Kecamatan Kota Ternate Utara yang sehari -harinya bekerja sebagai tukang ojek pada saat menerima paket narkoba dari JNT Ternate yang selanjutnya di bawa tersangka untuk di buang di pekuburan Islam Kelurahan Kampung Makassar Barat.

“Saat membuang paket tersebut, petugas kami (red- BNNP Malut) langsung menyergapnya dan mengamankan 33 bungkus plastik bening narkotika golongan satu jenis shabu dengan berat 32,75 gram dan hp merek Coopad ,”ucapnya.

Lanju dia ,kelima tersangka di jerat beberapa pasal yaitu antara lain Wahyudi dan Christian di kenakan pasal 112 ayat 1 ,pasal 114 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a Undang – undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan cara membeli,menerima,menyimpan dan memiliki serta menggunakan bagi diri sendiri narkotika jenis shabu.

“Sedangkan untuk tersangka Mulyadi dan Safril Buamona serta RachmatbHidayat di kenakan pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 Undang -undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika yaitu mengedarkan ,menjual dan menawarkan narkotika golongan saru jenis narkoba .Dan kelima tersangka dan barang bukti tersebut saat ini telah diamankan di BNNP Malut untuk menjalani proses hukum selanjutnya,”ujar Nyoman.

Sementara iti Kabid P2M BNNP Malut ,Haeruddin Umaternate memberikan penjelasan tentang ilustarsi bahwa 1 gram narkoba dapat membunuh tiga pengguna san mampu membuatbteler 5 pengguna atau bisa membuat 40 pengguna awal kecanduan ,sehingga dapat di asumsikan 32,75 gram shabu dapat membunuh 100 orang atau sebanyak 160 orang menjadi teler dan lebih parah lagi ada 1200 lebih pengguna awal dapat menjadi kecanduan .

“Ini adalah momok yang menakutkan bagi generasi muda penerus bangsa ,sehingga perlunya peran serta orang tua ,pemerintah pusat ,pemertntah daerah dan kota serta tokoh -tokoh agama ,adat ,pemuda untuk bersatu melawan narkoba hingga ke akar -akarnya,” tutupnya.(Arief)