Menggeliat, Kunjungan Kapal Ukuran Besar Bakal Hadir di Pelabuhan  Pulau Baai Bengkulu

Rakyatmerdekanews.com,Jakarta – Sungguh luar biasa,Pelabuhan Pulau Baai,Bengkulu kini akan dikunjungi kapal-kapal ukuran besar atau mother vessel. Lantaran alur pelayaran selesai dikerjakan. Menurut Hendri Adolf kepala Humas IPC Cabang Bangkulu,saat memberikan data kepada Rakyatmerdekanews.com,pada Minggu (29/9/2019),menjelaskan,beberapa kapal ocean going atau internasional sudah menyatakan berminat untuk memanfaatkan fasilitas di pelabuhan tersebut. Ini didasari Surat Edaran Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Nomor : UM.003/13/05 KSOP.BKL-19 tentang Besaran Sailing Draft dan Panjang Kapal yang Berlayar di Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.”Pelabuhan sudah mampu melayani kapal dengan panjang kapal (LOA) 200 meter dan Sailing draft maksimal 9.5 meter LWS (Lower Water Spring), serta dapat dilewati oleh kapal berkapasitas 35.000 death wight tonnage (DWT) dan bersandar di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu,”ujarnya. Dia beralasan,bahwa pengerukan di area pintu masuk pelabuhan tersebut sudah terselesaikan.Bahkan alur pelayaran dikerjakan pengerukannya tanggal 7 Agustus 2019. Dan pertengahan September 2019 telah selesai dilakukan.

“Pengerjaan pengerukan pendalaman alur pelabuhan itu dilakukan oleh kapal keruk TSHD HAM 311 dengan kapasitas 3.700 meter kubik,”imbuh Hendri A. Lebih jauh Hendri A katakan, sebelum dilakukan pengerukan kedalaman alur pelayaran pintu masuk Pelabuhan Pulau Baai berada pada angka -5,8 MLWS dan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu hanya mampu melayani bongkar muat curah kering melalui tongkang atau barge dengan muatan 9.000 Ton. Adanya peningkatan kedalaman alur pelayaran sudah mampu meningkatkan pengiriman komoditas utama Bengkulu seperti batu bara, cangkang dan klingker/semen serta komoditas lainnya yang memang menjadi andalan ekspor ke beberapa Negara di Asia.China dan India. “Yang akhirnya dapat produktivitas pelabuhan Bengkulu dan turut membantu kelancaran distribusi barang serta pertumbuhan ekonomi di Bengkulu dan sekitarnya,”ujar Hendri A. Diketahui, untuk awal bulan Oktober 2019, sudah ada tiga kapal mother vessel ocean going dengan tujuan negara China yang akan sandar di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, yakni MV. Blue Star muat sekitar 25.000 Ton dan MV. Golden Bay muat sekitar 20.000 Ton dengan rencana ETA 05 Oktober 2019, serta pada pertengahan Oktober 2019 yakni MV. TBN yang memuat 25.000 Ton.

Disamping mother vessel juga ada Tongkang/Barge dengan tujuan Malaysia dan Vietnam, yakni BG. Samudera Jaya 2 yang berencana muat 9.000 Ton, BG. Kaiju Category 1 dengan rencana muat 10.400 Ton dan BG. Mouton rencana muat 10.400 Ton.
Menurut Hendri A,telah pengerukan alur pelayaran Cabang Pelabuhan Bengkulu juga menambah dua fasilitas dermaga untuk penanganan bongkar muat curah kering dengan kapasitas 10.000 ton yaitu Floating Rump Jetty Curah Kering 1 (CK-1) untuk melayani kapal jenis tongkang dan Floating Rump Jetty Ratu Samban. Untuk itu kata dia, Pelindo II cabang Pelabuhan Bengkulu sedang menyelesaikan dermaga Jetty A dengan fasilitas pendukung conveyor kapasitas 1.500 ton per jam.”Dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan nilai asset perusahaan serta memberikan dampak peningkatan deviden kepada pemerintah,”ungkapnya.(Delly M)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *