Sektor Pariwisata Harus Mampu Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Rakyatmerdekanews.com Banten, provinsi termuda di pulau Jawa, terus menggeliat mengejar ketertinggalan dengan provinsi lain di tanah Jawa. Wilayah yang pernah menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat ini, terus berupaya menggali potensi yang dimilikinya, seperti keindahan alam untuk dikembangkan sebagai spot atau destinasi wisata.

Sejatinya, provinsi yang lahir dari hasil pemekaran Provinsi Jawa barat di tahun 2000, memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan provinsi lainnya di Indonesia. Banten memiliki keindahan alam dan akar budaya yang sangat eksotik, sebagai modal pengembangan pariwisata.

Selain itu, letak Banten sangat strategis, berada diantara pulau Sumatera dan Pulau Jawa, yang terpisahkan oleh Selat Sunda, dekat dengan Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Indonesia, menjadi daerah persinggahan pergerakan orang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera, atau sebaliknya, sambil mengeksplorasi salah satu daerah tua di Pulau Jawa ini.

Sebut saja, Taman Nasional Ujung Kulon, Kawasan Banten Lama, Pantai Ciputih, Rumah Hutan Cidampit, Pantai Bagedur, Wisata Budaya Baduy, Pulau Merak Besar, Gunung Batu Lawang, dan saat ini sedang viral “negeri di atas awan” Citorek Kidul, yang saat ini menjadi salah satu ikon destinasi wisata di Banten. Lantas bagaimana pengembangan potensi wisata yang ada di Banten untuk dimanfaatkan bagi kemakmuran masyarakatnya?

Neng Siti Julaiha, Anggota DPRD Provinsi Banten Periode 2019-2024, mengatakan sebagai daerah yang berjarak sangat dekat dengan Jakarta, secara geografis hanya berjarak kurang darir 100 Km, Banten seharusnya menjadi “surga wisata” bagi wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman). “Terutama, bagi masyakarakat yang berdomisili di Jakarta untuk melepas penat dari rutinitas kesibukan dan kemacetan. Alhamdulillah, Banten memiliki destinasi wisata sebagai obat pelepas lelah masyarakat, khususnya yang berasal dari Jakarta,” ujar Neng Julaiha, di Jakarta, Selasa (24/9/2019)

Selanjutnya, dia melanjutkan, terkait potensi destinasi wisata yang di miliki Banten, yang menjadi pekerjaan rumahnya adalah bagaimana mempromosikan dan mengelolanya dengan lebih baik lagi. “Tinggal yang menjadi PR nya adalah mempromosikan dan mengelolanya dengan lebih baik saja. Seperti obyek wisata yang tengah viral saat ini, yaitu “negeri di atas awan” Ciusul, Citorek Kidul, yang saat ini sedang disiapkan infrastruktur pendukungnya,” kata anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Banten.

Lanjut Srikandi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, pengembangan potensi wisata memiliki nilai manfaat yang sangat jelas, dapat meningkatkan perekonomiam masyarakat di Banten. “Semua masyarakat dapat mengambil peran dalam pengembangan wisata di Banten, seperti menjadi tenaga keamanan, pengelola parkir, menyediakan penginapan, dan pengembangan UKM oleh-oleh dan kerajinan tangan khas Banten. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat  sekitar. Sektor pariwisata harus mampu dorong kesejahteraan masyakat Banten,” pungkas Neng Julaiha. (TS/Hfz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *