Menko Maritim dan Investasi Dipercaya Mampu Membangun SDM Dengan Kepariwisataan Danau Toba

Rakyatmerdekanews.com,-  Kabinet  Indonesia Maju dalam Pemerintahan Jokowi dan Ma’Aruf Amin telah dibentuk, kepada seluruh Kabinet Menteri dan Wakilnya Selamat Bekerja. Hal ini dikatakan Ricardo Hutabarat kepada sejumlah awak Media, Minggu, 3 November 2019, di bilangan Jakarta Timur.

“Orang jujur dan tegas serta puya visi Indonesia maju kedepan, pasti terpilih”, , maka tidak heran bila Pak Luhut Binsar Panjaitan pun ikut terpilih kembali sebagai Menko Maritim dan Investasi dijajaran Kabinet Indonesia Maju. Dan tentu, Pariwisata Danau Toba pun masih dalam “komando” beliau seperti yang di rencanakan pemerintah”,tambah pemerhati Danau Toba ini.

Ada yang khusus dalam penambahan  pada Menko Maritim sekarang, bila ditelisik lebih jauh, yaitu Investasi. Dengan adanya penambahan Investasi, artinya pariwisata Danau Toba akan menambah daftar para investor-Investor yang ingin berinvestasi di Kawasan Danau Toba.

Tentu ini menjadi suatu ‘angin segar’ dalam mewujudkan pariwisata Danau Toba sebagai ‘World-Class Tourism‘ kedepannya.

Selain dibawah’ komando’ beliau ada pula seorang Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Wishnutama Kusubandia yang telah teruji kinerjanya dengan semangat muda yang mempunyai kemampuan handal berlatar belakang ‘Broadcasting’, pastinya beliau akan mengerahkan kemampuannya dalam ‘Promotion events abroad’ pariwisata Danau Toba, ungkapnya.

Sebelumnya Ricardo Hutabarat mengungkapkan dalam tulisannya  ‘Spirit baru pariwisata Danau Toba’ perlunya Marketing promosi Luar Negeri yang mandatory dan Continue. Begitu penting nya promosi pariwisata untuk mendapatkan devisa sehingga pemerintah menambah Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif yaitu Angela Hari Tanoesoedibjo.

Mewujudkan pariwisata Danau Toba menuju kelas dunia menurut generasi muda yang pernah bekerja di kapal pesiar ini berharap bahwa peranan Promosi Marketing Luar Negeri menjadi peranan yang sangat penting, khususnya secara “Mandatory dan Continue”.

Kerjasama yang saling menguntungkan antara stakeholder dan  masyarakat sangatlah penting, baik dari Tour and Travel, Tour operator dan chain Hotel Internasional Luar Negeri serta lainnya. Jika tidak pariwisata Danau Toba sebagai kelas dunia akan menjadi isapan jempol belaka dan hanya sebagai pariwisata Nasional maupun pariwisata Daerah, jelasnya.

Dalam beberapa tahun ini Pariwisata Danau Toba selalu terfokus pada Infrastruktur pembangunan akses jalan. Kiranya Kedepan  membatidak lupa infrastruktur untuk membangun SDM (Sumber Daya Manusia), paparnya.

Ricardo menjelaskan,  bedanya ketenaran pulau Dewata, Bali dengan infrastruktur akses jalan yang sangat minim tetapi membangun Infrastruktur SDM yang handal hingga mancanegara.

Tentunya dalam upaya membangun pariwisata Danau Toba tidaklah mudah, kenapa, selama ini telah terjadi pembiaran yang cukup lama pada masa pemerintahan sebelumnya. Sehingga Danau Toba mempunyai banyak tantangannya, ungkapnya tak ingin membuka kekurangan sebelumnya.

Danau Toba kedepan harus bisa menjadi kebanggaan  yang nyata, karena DanauToba sebagai salah satu destinasi super prioritas pariwisata.

Menyinggung tantangan besar Danau Toba sebagai Big Challenges nya dalam 5 tahun ini , antara lain adalah : 1. Pencemaran berat air Danau Toba 2. Perusakan Hutan KDT 3. Sosial dan Budaya 4. Perampasan hak tanah ulayat 5. Ekonomi yang miskin 6. Pariwisata yang tidak jelas 7. Transportasi Perairan Danau Toba, dan terakhir, Tidak terjaganya situs-situs Leluhur Batak. Ungkap Putra Batak yang konsen terhadap Pariwisata Danau Toba ini.(DR/Roni Prayogi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *