Satgas Yonif 406/CK Jadi Tenaga Pendidik Perbatasan Papua PNG

Boven Digoel — Kekurangan tenaga pendidikan menjadi salah satu kendala pemerataan pendidikan di perbatasan. Pos Umap salah satu pos terdepan jajaran Satgas Yonif 406/CK membantu menjadi tenaga pendidik di SD Santo Yosep kampung Umap Distrik Midiptana. (3/11)

Pratu Gerson Yordan sebagai guru bantu dari Pos Umap mengajarkan beberapa disiplin ilmu diantaranya matematika, baca tulis dan bela negara. Sebelum Satgas berangkat ke daerah operasi ia telah menerima pembekalan dan pelatihan sebagai tenaga pendidik.

“Disini kekurangan guru, jadi kami turun ke sekolah untuk membantu proses belajar mengajar. Selain mengamankan perbatasan, kami juga ditugaskan membantu pemerintah daerah setempat, salah satunya disektor pendidikan,” ungkap Pratu Gerson Yordan.

Tak cukup hanya menjadi guru bantu, Satgas Pamtas RI – PNG juga menyemangati anak-anak perbatasan menimba ilmu dengan memberikan bantuan peralatan sekolah.

“Anak-anak di Kampung Umap sebenarnya sangat bersemangat sekali untuk belajar ke sekolah tetapi memang ada kendala perlengkapan sekolah yang bisa mempengaruhi motivasi anak-anak untuk belajar,” kata Pratu Gerson.

Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat anak-anak sehingga mereka semakin termotivasi untuk terus belajar.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Santo Yosep Bpk. Kasianto menyampaikan apresiasi atas bantuan anggota pos Umap sebagai guru bantu serta ikut mencerdaskan anak-anak.

“Mudah-mudahan anak-anak ini semakin maju dan lebih mencintai Indonesia,” pungkasnya. (Ikh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *