Outlook Kinerja Ekspor Indonesia 2020 Menggairahkan

Rakyatmerdekanews.com,Jakarta – Dalam pertemuan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno,Ketua Umum,telah memprediksi ekspor nasional pada akhir 2019,akan US$160 miliar,ini terungkap saat Munas GPEI ke VIII yang dirangkai Seminar Nasional bertajuk “Outlook Kinerja Ekspor Indonesia 2020.” Menurut Benny,karena nilai ekspor nasional tahun 2020 akan naik menjadi sekitar US$180 miliar seiring dengan meredanya perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.
Lebih jauh,Benny katakan,terhambatnya ekspor nasional,dikarenakan biaya produksi dan biaya logistik sangat tinggi.”Untuk mendorong ekspor dari Industri Kecil dan Menengah (IKM),ada biaya pendampingan,”ungkapnya. Sedangkan Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, saat membuka rangkaian Seminar & Munas GPEI ke-VIII,mengatakan,Pemerintah berkomitmen untuk mempermudah perizinan ekspor, menjamin iklim usaha yang kondusif serta mendorong industri produk/komoditi ekspor.

Dia menyebutkan proyeksi nilai ekspor sektor industri manufaktur Indonesia pada tahun ini mencapai US$ 130 milliar dan pada 2020 sebesar US$ 134 milliar.”Dari sepanjang Januari – September 2019 nilai ekspor industri manufaktur tersebut telah mencapai US$ 93,7 milliar,”ujarnya.
Hadir Seminar dan Munas GPEI dihadiri Dewan Pengurus Daerah (DPD) GPEI di Indonesia antara lain; DPD Yogyakarta, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan DPD GPEI DKI Jakarta.Hadir juga pelaku usaha logistik dan angkutan laut serta asosiasi terkait. Diantaranya, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Indonesian National Shipowners Association (INSA), Indonesia Shipping Agency Association (ISAA), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).(Delly M)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *