Warga Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Penyerangan Kantor PPPSRS Apartemen Mediterania Palace Residences Kemayoran

Jakarta – Polda Metro akan melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk premanisme. Tidak akan mentolerir tindakan premanisme dalam bentuk apa pun. Tidak ada satu kegiatan dalam bentuk apa pun yang mengganggu keamanan yang bisa dimaklumi. Hal ini ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suyudi Ario Seto usai menindak viralnya video unjuk rasa oleh aliansi ormas di Kota Bekasi yang menuntut pengelolaan lahan parkir di minimarket, baru-baru ini.
“Kami akan dalami apakah ada tindakan yang melawan hukum, yaitu tindakan secara intimidatif terhadap pengusaha ataupun masyarakat. Kemudian kalau ada tindakan premanisme dalam bentuk apa pun, kami tidak akan tolerir. Polda Metro akan melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk premanisme. Tidak ada satu kegiatan dalam bentuk apa pun yang mengganggu keamanan yang bisa dimaklumi,” tuturnya.
Tindakan tegas yang dilakukan pihak kepolisian mendapat apresiasi dari sejumlah elemen masyarakat.
Riza Arief Bijaksana salah seorang warga Kemayoran Jakarta Pusat sangat berharap agar pihak kepolisian juga menyikapi soal kegaduhan yang menimbulkan ketidak nyamanan masyarakat. Yakni disekitar persoalan penyerangan dan perusakan terhadap kantor Badan Pengelola Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran Jakarta Pusat yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang terjadi pada pada Minggu (3/11/2019) lalu, katanya.

“Ya, kantor kami diserang orang tak dikenal. Mereka merusak semua fasilitas kantor kami,”ujar Ketua PPPSRS Khairil Poloan dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya kantor yang dirusak, akibat penyerangan tersebut puluhan anggota security PPPSRS pun jadi korban.

“Ada sekitar 20 orang security kami luka-luka. Empat orang mengalami luka di kepala dan sudah diambil visum et repertum dan dilakukan tindakan jahit di RSCM,”terangnya.

Melalui keterangan resmi tertulis pada Kamis (7/11/2019) BP PPPPSRS AMPR, Kemayoran, Jakarta pusat menyatakan bahwa pada hari Minggu tanggal 3 November 2019, sekitar pukul 10.00 WIB telah terjadi penyerangan dan perusakan terhadap kantor Badan Pengelola Perhimpunan Pemilik dan Penghuni satuan Rumah Susun) AMPR (Apartemen Mediterania Palace Residences) Kemayoran Jakarta Pusat.
Perlu diketahui bahwa Kepengurusan PPPSRS telah memenuhi tahapan penyeleksian sesuai persyaratan yang berlaku sampai terbitnya SK Disperum 272/2019, tanggal 23 April 2019 yang telah sesuai dengan PerGub 132/2018. Sejak terbitnya SK tersebut seharusnya PPPSRS telah dapat melakukan tugas dan kewajibannya dalam pengelolaan Apartemen, tetapi pihak kepengurusan lama tidak bersedia melakukan serah terima kepengurusan lama yang telah demisioner sejak tanggal 5 Januari 2019 kepada kepengurusan baru (PPPSRS) yang adalah 100% adalah warga pemilik Apartemen Mediterania Palace Residences Kemayoran, ungkapnya.
Masih menurutnya, dibawah bimbingan dan saran dari Disperum DKI, PPPSRS harus mulai membentuk Badan Pengelola, baik keuangan untuk menarik iuran warga dan keamanan/ security sebagai persiapan kepengelolaan yang baru.
Khairil Poloan menguraikan kronologis kejadian pengerusakan secara anarkis terhadap kantor PPPSRS dan tindakan penganiayaan atas personil security PPPSRS. Yang mana peristiwa penyerangan itu terjadi pada tanggal 3 November 2019 sekitar pukul 07.00 WIB sampai jam 11.00 WIB.
Pada hari minggu tanggal 3 November 2019, sesuai kelegalan yang dimiliki PPPSRS, maka security akan mulai menempati posko di lantai basement yang saat itu menjadi posko pihak security yang dikontrak oleh Isn cs yang sudah meninggalkan AMPR. Namun chief dari pihak security Isn cs tidak mengijinkan dan tidak menerima diskusi. Maka untuk menghindari terjadinya benturan, chief security PPPSRS memerintahkan seluruh anggota untuk mundur dan kembali ke kantor PPPSRS di ruko yang terletak di lantai ground, sebelah Family Mart, urainya.Sebelum sampai di kantor PPPSRS, tepatnya di pintu tangga darurat yang menuju Giant, anggota security yang paling belakang bernama Bayu ditarik dan dipukuli oleh sejumlah massa. Sementara security lain dalam perjalanan kembali ke kantor PPPSRS, sesampai dipintu Family Mart ada warga berbaju kuning ( ibu Oca), baju pink (Leny), baju hitam (Carol) berteriak-teriak dan sejumlah massa yang tidak dikenali wajahnya sebagai warga, langsung menyerang dari arah belakang dan mengejar security PPPSRS. Semua anggota security PPPSRS yang akan kembali ke kantor mengalami serangan mendadak dan dipukuli oleh sejumlah massa.
Kejadian penyerangan diduga dilakukan oleh sebagian besar massa yang bukan warga asli Apartemen Mediterania Palace Residences Kemayoran.

Akibat penyerangan tersebut telah menimbulkan luka-luka/korban sekitar 20 (dua puluh) orang anggota security PPPSRS cidera dan 4 (empat) anggota korban dengan luka di kepala telah diambil visum et repertum dan dilakukan tindakan jahit di RSCM.

Tak berhenti sampai penganiayaan dan pemukulan terhadap security PPPSRS, selanjutnya terjadi pengerusakan terhadap Kantor Badan Pengelola PPPSRS Apartemen Mediterania Palace Residences Kemayoran yang didalamnya terdapat 3 orang staff wanita juga security PPPSRS yang telah berada didalam. Tak ayal, insiden tersebut mengakibatkan kerugian materil berupa hancurnya pintu kaca, meja dan kursi kantor, lantai serta trauma akibat tindakan anarkis.

Terhadap perbuatan tersebut di atas, kami telah membuat laporan di Polres Jakarta Pusat. Laporan ke pihak kepolisian atas nama Alan Darma Saputra dengan No Laporan polisi 2023/K/XI/2019 Tgl 03-November-2019 pada Pukul 13:50 WIB. Namun sayangnya hingga saat ini belum ada tindakan dari pihak kepolisian.Khairil poloan menegaskan, kendati laporan sudah lama dimasukkan dan tidak ada perkembangan, polisi seharusnya memberikan kepastian hukum ke masyarakat yang bersangkutan dengan memberikan SP2HP, terangnya.
Khairil Poloan berharap laporan di kepolisian dapat segara ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
Menyikapi disekitar persoalan ini, Sekjend Praktisi Hukum Muda Indonesia, Adherie Zulfikri Sitompul, SH, MIP, CLA, (8/11) mengatakan, mengingat kasus penyerangan dan perusakan terhadap kantor Badan Pengelola Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran Jakarta Pusat yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab ini menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat, untuk itu pihak kepolisian diharapkan segera melakukan tindakan tegas. Jika sekiranya pihak Polsek maupun Polres setempat tidak mampu menangani, hal ini bisa dilanjutkan ketingkat Polda Metro Jaya, tandasnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *