Kapolres Simeulue : Proses Kasus Mesum di Busung Tidak Berhenti

RMnews, Simeulue — Kapolres Simeulue AKBP Ardanto Nugroho, SIK.,SH.,MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Khalil menegaskan kasus khalwat yang tertangkap di Busung Indah, Kecamatan Teupah Tengah waktu yang lalu, proses hukumnya tetap lanjut.

“Insya Allah dalam minggu minggu ini pemberkasannya sudah selesai,” terang Kasat Reskrim Muhammad Khalil didamping Kanit PPA di ruang kerjanya Senin (02/12/2019).

Menurutnya, meskipun ada kabar satu pasangan atas nama Irwansyah dan Mitia Mijaya sudah menikah di KUA Medan Deli sesuai foto copy surat kutipan akta nikah yang beredar dua hari ini hal itu tidak menghentikan proses hukumnya.

“Soal ada yang menikah itu kami tidak tahu. Belum ada yang melapor. Jika itu pun benar tidak akan menghentikan proses hukum karena mereka menikah sesudah ditangkap,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iptu Muhammad Khalil menerangkan SPDP terhadap dua pasang pelaku Mesum yang dibuat dalam dua berkas atas nama Murdani dan Arina kemudian Irwansyah dan Nitia Mijaya diciduk di Busung Indah sudah mereka sampaikan ke kejaksaan pada 25 November 2019. “LP.B/57 & LP.B/58,”Jelasnya.

Disoal kenapa pelaku mesum yang tertangkap Mesum di Busung Indah selama ini tidak ditahan hal itu karena terbatasnya masa waktu penahan. Sementara kasus mesum ada dua berkas.

“Tapi para tersangka mesum, meski tak ditahan. Mereka wajib lapor selama ini,”Terangnya.

Dipihak lain, Ketua KNPI Simeulue terpilih Adi Saleh, S.Sos,I. MA yang terpilih dalam Musda ke V DPD II KNPI Simeulue meminta aparat hukum menuntuntaskan kasus Mesum di Simeulue yang membuat daerah itu heboh, setuntas-tuntasnya.

Istimewa, menurut Adi Saleh peristiwa Mesum yang terjadi di sebuah Resort Kosong di Busung Indah, Kecamatan Teupah Tengah Simeulue pertengahan bulan lalu karena para pelaku prianya sudah menikah dan punya anak.

“Iya, imbauan saya untuk penuntasan kasus mesum di Busung Indah sudah dimuat di Media. Begitu kita berharap segera diproses,” jawabnya.

Lebih lanjut, sebuah sumber yang layak dipercaya namun tak ingin namanya ditulis meminta kepada aparat penegak hukum mengusut soal statemen seorang istri dari salah satu pasangan pria yang tertangkap mesum berinisial IW.

Yakni: (1). Bahwa istri IW, Siti Makhfira Umi tidak pernah memberikan surat persetujuan poligami pada suaminya IW. (2) dalam Copy Surat Nikah yang beredar setatus IW Duda sementara dia beristri.

Kemudian (3). Menurut Siti Mahkfira Umi yang juga sepupu kandung Ketua KNPI Simeulue Adi Saleh, IW juga belum lama ini menikahi gadis berinisial Y berdomisili di Dusun Muaro, Desa Sanggiran, Kecamatan Simeulue Barat dan sama Wanita Y sudah lahir seorang anak laki-laki berusia empat bulan.

Diduga di sini kata sumber tadi ada pemalsuan dokumen negara dan juga indikasi penelantaran istri/perempuan dan penelantaran anak di bawah umur. Indikasi ini jelas disampaikan Siti Mahkfira Umi di media.

Siti Makhfira Umi sendiri ditanya kenapa tidak membuat laporan atas “kekerasan” terhadap diri dan anaknya dia menjawab setelah suaminya dilepas Polres usai ditangkap dia menjadi ragu akan penegakan hukum di Simeulue.

Dia sendiri mengaku ekonomi nya sangat susah sementara keluarganya seakan tak perduli dengan nasipnya. Siti Makhfira Umi sendiri mengaku sepupu kandung dengan Adi Saleh (Ketua KNPI Simuelue).

Ketua KNPI Simeulue, Adi Saleh yang juga sekretaris PBB Simeulue saat ditanya tentang hubungan kekerabatannya dengan Siti Makhfira Umi. “Benar kami sepupu kandung. Ayah saya Adek Mak Kandung, Kak Siti Makhfira Umi,” terangnya. (Monanda)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *