Thu. Nov 26th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Tuntut Harga Tanah Layak, Ribuan Warga Terdampak Bendungan Geruduk DPRD Purworejo 

PURWOREJO –  Ribuan masyarakat delapan desa di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang tanahnya terdampak bendungan Bener melakukan audensi dengan DPRD Kabupaten Purworejo, Senin (6/1). Hal itu dilakukan karena sampai saat ini proses penyelesaian ganti rugi tanah belum juga ada titik temu.

Ribuan warga dari 8 desa tersebut datang berbondong-bondong menggunakan truk, mobil dan ratusan motor. Mereka datang pukul 09.30 WIB dan langsung masuk ke halaman kantor DPRD.

Kedatangan 1.300 ribu warga desa itu diterima langsung oleh ketua DPRD Kabupaten Purworejo Dion Agasi, wakil ketua DPRD Kelik Ardani serta belasan anggota dewan lainnya. Ikut hadir Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan mangunsong beserta puluhan personelnya untuk mengamankan jalan nya audiensi.

Suprianto salah satu warga menjelaskan, mereka menuntut harga tanah agar dihargai sesuai harga pasaran ya itu, kisaran 150 ribu sampai 200 ribu per meternya. Sebab harga tersebut yang sudah umum didaerahnya bahkan ada tanah yang dihargai 250 ribu permeternya.

“Kami hanya minta tanah kami dibayar seharga Rp150 – 200 ribu per meternya, kalau harga itu tidak disetujui maka kami akan mendatangkan massa yang lebih banyak lagi. Wonosobo juga sudah siap gabung dengan kita,” katanya sebelum memasuki ruang audiensi.

Dari ribuan warga yan datang pada audensi tersebut, hanya 24 orang yang diijinkan masuk sebagai perwakilan menyampaikan aspirasi dan tuntutannya kepada DPRD. Satu desa hanya diperkennkan 3 orang untuk masuk e ruang audiensi.

Sementara itu Purwadin salah satu orator dalam kegiaan aksi tersebut menyampaikan jangan sampai proyek Bendungan Bener ini menjadi penyebab masalah baru di desa terdampak.

“Semoga apa yang kita laksanakan hari ini dapat membuahkan hasil. Jangan samapai kita menjadi gelandangan baru di kota kita sendiri karena tidak memiliki tanah,” ucapnya. (War)