Mon. Feb 17th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Heboh, Keraton Agung Sejagad di Purworejo Gegerkan Warga, Klaim Kuasai Dunia

Rakyatmerdekanews.com, Purworejo – Masyarakat Kabupaten Purworejo dihebohkan dengan munculnya Kerajaan Agung Sejagad (KAS) di RT. 02 /RW. 03 Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, (12/1).

KAS dipimpin oleh Totok Santoso dan istrinya, Dyah Gitarja. Oleh pengikutnya, Totok dipanggil Kanjeng Sinuhun, sedang istrinya dipanggil yang dipanggil Kanjeng Ratu.

KAS menempati sebuah lahan yang saat ini tengah dibangun menyerupai keraton. Terdapat juga sebuah sendang dan batu prasasti.

Dihadapan sejumlah wartawan, “Kanjeng Sinuhun” Totok Santoso Hadiningrat mengatakan, keberadaan KAS untuk menunaikan janji 500 tahun dari runtuhnya Kerajaan Majapahit tahun 1518.

“Wilujengan Keraton Agung ini adalah untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Jawa,” kata Totok yang bergelar sangat panjang namun hanya disingkat Rangkai Mataram Agung, Minggu (12/1).

Entah dari mana asal usul cerita yang disampaikan oleh “Kanjeng Sinuhun”, namun dia mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia dengan dalih bahwa tatanan di dunia ini terbesar adalah kekaisaran dan terkecil adalah berbentuk republik.

Sinuhun menjelaskan, kemunculan Keraton Agung Sejagat sudah berjalan  dari 2018. Tujuannya adalah untuk menjadi juru damai dunia dengan melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga tinggi di dunia yang di bentuk setelah perang dunia ke 2 atau setelah jatuhnya bom atom di Hirosima  dan Nagasaki.

“Lembaga dunia itu adalah United Nation (UN), EInternational Court of Justice, North Atlantic Treaty Organization atau NATO sebagai perwakilan eropa atas dewan pertahanan PBB dan Pentagon, beliau mengatakan petagon bukan milik Amerika tapi milik asia pasifik, “Ujar Sinuhun.

Sementara salah satu warga sekitar, Sumarmi menuturkan, keberadaan KAS sudah ada sejak sekitar dua, tiga tahun lalu. Namun warga sekitar tidak begitu banyak yang tahu karena kegiatanya tidak menonjol.

“Kegiatannya tertutup, dan anggotanya kebanyakan dari Yogyakarta, kalau warga sekitar sini paling tidak sampai 10 orang,”tutur Sumarmi yang rumahnya berada disamping KAS.

Menurut Sumarmi, dirinya dan warga sekitar cukup kaget dengan adanya kemunculan KAS. Sebab pihak KAS  tidak pernah memberi tahu sebelumnya. “Mereka bilang kegiatanya untuk kepentingan wisata di Kabupaten Purworejo,”ujarnya.

Lanjut Sumarmi, warga mengaku sangat terganggu dengan kegiatan KAS yang tidak pernah sosialisasi kepada warga maupun perangkat desa setempat. Kegiatan juga tidak mendapat ijin resmi dari kepolisian.

“Karena itu kami mohon agar pihak perangkat desa dan kepolisian untuk segera mengambil tindakan karena sudah mengganggu ketentraman warga,”kata Sumarmi.

Sebenarnya, kata Sumarmi, dirinya pernah mendatangi pengurus KAS untuk mengingatkan, “namun malah anggotanya ada yang omong kalau tidak suka silahkan lapor polisi. Saya sudah laporan ke polisi namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” terang Sumarmi. (War)