Fri. Jun 5th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

God Bless Sang Legendaris, Ukir Sejarah Dunia Musik Rock Indonesia

RakyatMerdekaNews.com, Jakarta – Belum ada group musik di Indonesia sehebat God Bless yang mampu bertahan sampai 47 tahun berkiprah. Walaupun berkali kali gonta ganti pemain namun tetap eksis hingga kini.

Bermula ketika Achmad Albar yang baru datang ke Indonesia dari belanda pada awal tahun 70-an mengajak teman temannya membentuk group band bernama Crazy Wheels. Ia menggandeng Ludwig Lemans, Fuad Hasan, Donny Fattah dan Soman Lubis. Pada tahun 1973 Crazy Wheels berganti nama menjadi God Bless.
Kematian Soman Lubis dan Fuad Hasan akibat kecelakaan serta kembalinya Ludwig Lemans ke belanda tak membuat Achmad Albar dan Donny Fattah patah semangat. Bongkar pasang pemain terus terjadi pada tubuh God Bless. Namun pada akhirnya menemukan pemain tersolid dengan masuknya Jockie Soeryoprayogo, Ian Antono dan Teddy Sujaya.
Dengan diotaki 3 orang dibalik layar kesuksesan God Bless, yaitu Yoyong, Denny Sabri dan A Kwang, group rock ini terus melesat di berbagai panggung di Indonesia. Dan menjadi Band pembuka supergroup dunia Depp Purple ketika tampil di Indonesia tahun 1975.

Setahun berikutnya God Bless menelurkan album “Huma Diatas Bukit”.
Pada tahun 1979 Jockie hengkang digantikan oleh Abadi Soesman. Dan merilis album “Cermin” pada tahun 1980. Di album inilah God Bless menjadi semakin disegani karena kemampuan dan kualitas bermain individual maupun kekompakan menggarap album ini sangat luar biasa dan dianggap rumit oleh musisi musisi Indonesia lainnya.

Setelah album ini God Bless sempat vakum beberapa tahun. Sebelum akhirnya Jockie gabung lagi dan melahirkan album “Semut Hitam” tahun 1988. Sangat luar biasa hasilnya, pasar musik Indonesia diledakkan dengan hits hits mereka diantaranya lagu “Rumah Kita” dan “Kehidupan”. Komersial sekali God Bless di album ini.

Pada tahun 1989 Ian Antono menyatakan mengundurkan diri dari God Bless karena kesibukannya menggarap penyanyi-penyanyi solo seperti Nicky Astria, Iwan Fals, Ikang Fawzi dan lain lain. Posisinya digantikan pemain gitar muda berbakat Eet Sjahranie. Kehadiran Eet ini memberi warna baru pada musiknya God Bless dengan sound gitar modernnya. Tapi sayang 3 tahun kemudian Eet mundur dan memilih jalan dengan bandnya yang baru Edane.

Bongkar pasang pemain pun terjadi lagi dan vakum beberapa tahun. Baru pada tahun 1997 God Bless kembali dengan 2 gitaris Ian Antono dan Eet Sjahranie merilis album “Apa Kabar” dan menelurkan hits “Serigala Jalanan” untuk membayar hutang kontrak album kepada produsernya Log Zhelebour.

Kasus tertangkapnya Achmad Albar karena menggunakan narkoba memberi catatan perjalanan panjang di tubuh God Bless. Sekeluarnya Achmad Albar dari penjara God Bless sempat menerbitkan album “36th” tahun 2009.

Dan Donny Fattah pun jatuh sakit terkena serangan jantung.
Setelah vakum beberapa tahun Donny pun pulih dari sakitnya. Baru pada tahun 2012 God Bless kembali lagi dengan formasi Achmad Albar, Donny Fattah, Ian Antono, Abadi Soesman dan Fajar Satriatama yang bertahan sampai kini.
Sebagai group rock legendaris God Bless tetap eksis dan tampil di panggung panggung. Walaupun usia mereka yang rata rata sudah diatas 70 tahun. Kecuali Fajar Satriatama.

“God Bless band besar. Band legendaris dan menjadi inspirasi band band rock di Indonesia,” ungkap Herlambang, salah seorang penggemar God Bless asal kepulauan Riau ketika berbincang dengan RMNews (12/01/2020).

“”God Bless adalah barometer musik rock Indonesia,” tegas Herlambang lagi.
Salut buat God Bless yang telah mengukir sejarah musik rock Indonesia.
Terus berkarya sang legendaris !!! (Amin Bearland)