Fri. Apr 10th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Terdengar Selentingan Suara Warga, Mas Gibran, “Suarane Koyo Bapake Yo!’

Rakyatmerdekanews.com, Solo- Kegiatan blusukan yang dilakukan Gibran Rakabuming Raka (32) pada Minggu (19 Januari 2020 boleh dibilang adalah hari yang sangat unik dan spesifik. Pasalnya, ada dua kejadian yang membuat Gibran terngiang-ngiang. Pertama, saat blusukan ke pinggir kali, tak disangka Gibran bertemu dengan teman kecil Jokowi. Hal itu terjadi di Jalan Tentara Pelajar, RT.1/RW.13, Nayu Barat, Nusukan, Surakarta, Minggu (19/1/2020).

Selanjutnya Gibran menghadiri acara sarasehan bersama warga Kampung Penjalan, RW 4, Gandekan, Surakarta pada Minggu (19/1/2020) sore. Tiba-tiba
terdengar selentingan suara warga, Mas Gibran, “Suarane Koyo Bapake Yo!’ (Suaranya Seperti Bapaknya ya, red), dengan nada berbisik-bisik.

Lantas, apa saja keluhan warga?

Banyak warga yang mengutarakan permasalahan yang ada di kampunhnya kepada bakal calon wali kota Solo tersebut.

“Saya tinggal di area Kali Pepe, sekarang sudah normalisasi sungai. Kabarnya akan dilebarkan sampai 3 meter dari sungai untuk keperluan wisata, otomatis kami warga kena gusur, nanti gimana?” Ujar Sukarno.

Gibran pun bertanya apakah ada sosialisasi kepada warga dan berapa KK yang terdampak.

“Sudah ada sosialisasi, ada 12 KK, tapi jumlah ganti ruginya belum tahu berapa, katanya dihargai 100 ribu/meter,” lanjut Sukarno.

Gibran pun berjanji menindak lanjuti perihal ini ke pihak terkait.

“Saya check dulu ya Bu, Pak, Programnya itu masih berjalan apa tidak, dan jika masih akan saya check proses ganti ruginya seperti apa,” jawab pemilik usaha minuman Goola itu.

“Drainase di RW 4 ini gak bagus mas, gak lancar salurannya,” ujar Joko Martono selaku Ketua RW 4.

Gibran pun tampak mencatat di buku kecilnya dan akan mendelegasikan timnya turun di lapangan.

Pertanyaan selanjutnya datang dari warga yang memiliki anak difabel yang meminta kaum disabilitas lebih diperhatikan lagi.

“Saya punya anak difabel, tunarungu, sudah pakai BPJS, tapi bagi saya alat bantu dengar itu masih mahal karena harganya 22 juta. Tolong Pak Gibran, apabila ada dana dari pemerintah apabila nanti Jadi Pak Wali untuk men-support kaum difabel, kami pun butuh tim advokasi untuk komunitas kami, dari pemerintah juga tidak ada pendataan bagi komunitas kami,” ujar Ari Budiono.

Gibran pun langsung menghampiri anak Ari Budiono yang masih balita dan mengajak diskusi secara lebih dekat dengan kedua orangtuanya.

Usai diskusi, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama kampung setempat. (Red)