Sun. Feb 23rd, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Diam-diam Pemda Simeulue Datangkan Orang Luar untuk Program Transmigrasi, Dinilai Gagal

Rakyatmerdekanews.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue melalui Dinas Transmigrasi Kabupaten Simeulue, diam-diam melakukan kerjasama dengan pemerintah Daerah Bantul Provinsi D.I. Yogyakarta untuk mendatangkan orang luar daerah.

Hal itu terlihat sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) yang telah didatangi ke pulau Simeulue berasal dari Kabupaten Bantul, dan Banten. Namun, program ini disinyalir gagal karena sejumlah kepala keluarga pulang kampung karena tidak sesuai perjanjian awal.

Sebagaimana penulusuran Rakyatmerdekanews.com langsung kemasyarakat transmigrasi yang terletak di Desa Sigulai Kecamatan Simeulue sangat memprihatinkan dimana perumahan dan perkebunan yang dijanjikan tidak sesuai dengan harapan dan impian.

Menurut pengakuan salah satu kepala Keluarga yang hendak pulang ke Provinsi D.I Yogyakarta, Triyanto, mengungkapkan, kekecewaannya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue.

“Mulai dari pemberian dua hektare lahan gratis, rumah layak huni secara gratis, dan jatah hidup selama lima tahun. Semua itu dibagikan per KK oleh pemerintah Kabupaten Simeulue sebagai pengusul program.Tapi Semuanya itu ternyata tidak ada” Ungkap Tri Senin (20/01/2020).

“Daripada kami sengsara dan terlantar disini (transmigrasi Sigulai – Red) mending kami sengsara dikampung sendiri” Tambahnya.

Selain itu, alat penerangan berupa Solar sel yang berasal dari bantuan Provinsi D.I. Yogyakarta untuk sepuluh kepala keluarga namun sampai disini tidak kunjung dibagikan.

“Kepala Dinas Transmigrasi Provinsi D.I Yogyakarta kami datang kesini, melihat kami dia menangis, kami disini terlantar dan hidup susah, ada bantuan solar sel dari pemerintah kami tapi sampai disini tidak dibagikan.”jelasnya

Ditempat terpisah, aktivis asal Simeulue Kadri Amin saat dikonfirmasi mengatakan, keprihatinannya kepada warga Provinsi D.I.Yogyakarta yang datang ke Kabupaten Simeulue untuk program transmigrasi serta juga mengungkapkan kekesalannya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue karena warga Simeulue masih banyak yang menganggur.

“Mereka buat program untuk orang luar, sementara masyarakat Simeulue saja masih banyak yang susah dan butuh pekerjaan, utamakan dong masyarakat Simeulue.”kata Kadri Amin

Sementara itu, saat Rakyatmerdekanews.com mengkonfirmasi melalu pesan singkat WhatsApp ke Kepala UPT Transmigrasi Sigulai tidak merespon dan dihubungi dengan jawaban didapati nomor yang dituju sedang dialihkan.[Monanda Phermana]