Tue. Apr 7th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Gibran Peduli Penyandang Disabilitas Tunadaksa, Siap Matangkan Visi Misi

SOLO – Gibran Rakabuming Raka (32) menghadiri Sarasehan bersama Keluarga Difabel Kota Solo di Aula Ndalem Daryonegaran, Kamis (23/1/2020) pagi.

Kedatangan Gibran disambut oleh Slamet Widodo (50) penyandang disabilitas tunadaksa. Gibran pun langsung mendorong Slamet sampai ke aula.

Dalam sesi sarasehan itu, Pikat (60) selaku pencetus istilah difabel mengungkapkan kondisi difabel di Kota Bengawan. “Tahun 2008 di Solo sudah ada Perda soal difabel dengan ada hak-hak difabel di dalamnya. Kemudian lahirlah gerakan 2011 ideologi kenormalan, kami mengkampanyekan baik difabel dan non difabel untuk memandang dirinya adalah normal. Kenormalan kami berjalan pakai alat bantu, itu yang kami kampanyekan,” ujar tokoh difabel Solo itu.

Heru Mataya selaku pemandu acara berharap sarasehan ini dapat menyerap masukan dari kalangan difabel yang hadir. “Semua yang hadir di sini adalah orang yang hebat. Dan kita jadi bagian untuk Solo agar melompat lebih tinggi lagi,” ujar tokoh seni budaya itu sebelum memulai acara.

Tegar, penyandang tunadaksa mengeluhkan soal akses bagi difabel di Kota Solo yang kini kian terbatas. “Solo katanya inklusi tapi kok kesannya hanya kata-kata saja. Solo itu iconnya Gladak. Dulu waktu jalan masih di aspal, kami pemakai kursi roda ini nyaman. Sekarang dipaving langsung gembrobos, tolong kami juga diberi akses yang nyaman,” ujarnya.

Slamet (41) dari Komunitas PMDI (Perkumpulan Motor Difabel Indonesia) mengeluhkan soal tempat-tempat pelayanan publik yang tidak ramah akses pada kaum difabel.

“Soal aksesibilitas di lingkungan kelurahan atau kecamatan sepertinya kurang responsif, kami pengguna kursi roda
ini nggak diajak bicara, mau naik saja ke kelurahan atau tempat-tempat pelayanan harus bengak-bengok minta didorong, tolong diperbaiki pelayanannya kalau Mas Gibran jadi AD 1,” ujar pria pemakai kursi roda itu.

“Baik terima kasih sekali atas masukannya. Sudah saya catat dan beberapa masukan di sini sudah saya rancang di visi misi saya,” ujar Gibran. (Tim)