Fri. Feb 21st, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Polisi Tangkap Seorang Wanita Pelaku Pemalsuan Akta Perkawinan

JAKARTA – Polisi menangkap seorang wanita berinisial J lantaran memalsukan sebuah akta perkawinan. J memalsukan akta perkawinan dengan seorang pria bernama Basri yang telah meninggal. Aksi ini nekat dilakukan lantaran demi menguasai warisan tanah senilai Rp 40 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, modus operandi para pelaku secara bersama-sama melakukan pemalsuan atau pemalsuan otentik, akta otentik dengan mendapatkan legalitas sehingga dapat menguasai aset berupa sertifikat tanah, ungkapnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Dijelaskan, selain J, polisi juga menangkap dua pelaku lainnya, yakni MHH dan ABB. MHH berpura-pura menjadi pendeta yang menikahkan J dengan almarhum, sedangkan ABB berperan membuat ‘surat wasiat’ dari Basri.

Tambah Yusri, peran tersangka MHH ini dia mengaku yang menikahkan dan ngaku sebagai pendeta, padahal sampai saat ini dia nggak bisa menunjukkan SK pengangkatan sebagai pendeta dan menggunakan korps gereja di Bogor. Kita cek di Jawa Barat yang tersangka nggak terdaftar sebagai jemaat ataupun pendeta di gereja itu, katanya.

Kasus ini terungkap bermula ketika anak korban mengetahui tersangka J menguasai sertifikat sebidang tanah di Jakarta Selatan milik Basri. Tersangka J mengaku bahwa sertifikat itu diwariskan oleh almarhum sebelum meninggal pada akhir 2018.

Diketahui pelaku telah memalsukan akta perkawinan dengan Basri. Dalam akta pernikahan itu, J seolah-olah menikah dengan Basri pada 11 Februari 2017. Akta perkawinan itu sendiri dibuat oleh para tersangka pada April 2019.

Masih kata Yusri, anak kandung melaporkan bahwa almarhum tidak pernah sama sekali melakukan pernikahan yang sah dengan J, karena almarhum masih terikat perkawinan dengan ibu dari pelapor, yaitu Gracia, jelasnya.

Tersangka J sendiri mengenal korban karena korban kerap melakukan pengobatan alternatif kepada tersangka. Korban disebutkan meninggal karena sakit.

Mengetahui ada kejanggalan itu, anak Basri lalu melaporkan J ke Polda Metro Jaya. Dari hasil pemeriksaan, polisi mengetahui adanya pemalsuan akta pernikahan tersebut.

Tersangka ABB disebut Yusri berperan membuat surat pernikahan palsu untuk digunakan mendapatkan ahli waris dari tanah itu. Foto-foto pernikahan itu juga diedit oleh tersangka ABB.

Kasus itu sendiri saat ini sudah P21 dan para tersangka akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. (Humas/Fachri)