Fri. Apr 10th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Gibran Jadi Narasumber Deklarasi Anti Hoax, Sang Ayah Presiden Jokowi Juga Butuh Kritik

SOLO – Digelar deklarasi bersama mahasiswa dan komponen masyarakat di Ndalem Limasan, Karangasem, Solo, Rabu (28/1/2020).

Di acara deklarasi dengan
mengusung tema “Peran Media Mengawal Kebijakan Pemerintah Tanpa Hoax: Upaya Mensukseskan Pembangunan 5 Tahun Kedepan” inilah bakal calon Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka (32) menjadi salah satu nara sumbernya.

Gibran berpesan, dalam menerima informasi baiknya kita dapat menyaring dari berbagai saluran berita sehingga memiliki sudut pandang beragam dalam menyikapi suatu hal.

“Jangan mudah percaya berita hoax, atau hanya lihat dari 1 channel saja. Saya pikir teman-temen di sini sudah tahu mana media yang pro pihak A, mana media yang pro pihak B. Jangan memiliki ketergantungan dengan 1 media saja, sehingga apapun yang disajikan media kita telan mentah-mentah,” ungkap Dia.

 

Gibran pun menyebut dirinya juga tidak terlalu suka dengan sikap media yang hanya ‘membaik-baikkan’ figur sang ayah, Presiden Jokowi. “Saya juga nggak suka kalo media isinya cuma baik-baikin Bapak, saya rasa dalam pemerintahan kita juga butuh kritik. Intinya harus pandai-pandai memfilter berita,” pesannya pada ratusan peserta diskusi yang hadir.

 

Gibran juga berpesan pada masyarakat agar bijak menggunakan sosial media terlebih jelang Pilkada seperti saat ini. “Sosmed itu bisa jadi sarana untuk menyalurkan aspirasi ke pemerintah, semisal ada jalan berlubang bisa langsung disampaikan ke pihak terkait, jangan gunakan sosmed hanya untuk hal-hal yang tidak produktif, “ujar putra sulung Presiden Jokowi itu.

 

Selain Gibran, pada acara itu juga menampilkan sejumlah narasumber, yakni, Antonius Yogo Prabowo (Anggota DPRD Kota Solo), Husein Sanusi (Redaktur Tribunnews.com) dan Nur Rohman, M.Hum (Dosen IAIN Surakarta).

 

Sementara itu Hafidz Marshal selaku moderator juga menyampaikan, kami pegiat sosial media sepakat jangan lagi terjadi perpecahan terlebih menyikapi isu-isu Pilkada. Acara ini digelar bertujuan agar netizen tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, sehingga dapat menimbulkan perpecahan horizontal, ujarnya. (Tim)