Mon. Apr 6th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Pembangunan Gedung SDN Margahayu XIII “Mangkrak”, Pekerja dan Material Juga Belum Dibayar

RakyatMerdekaNews.com – Bekasi –  Pembangunan ruang kelas baru di SDN Margahayu XIII, Kecamatan Bekasi Timur yang menggunakan dana APBD Kota Bekasi tahun 2019. Senilai Rp 2.324.845.000,- yang di kerjakan oleh Kontraktor Pelaksana CV. Satria Pratama mangkrak. Dalam plang nama pekerjaan disebutkan pelaksanaan 150 hari. Seharusnya sudah selesai di akhir tahun ini molor, terbukti hingga hari ini kondisi bangunan baru mencapai progres 70%. Sebagaimana tampak dalam gambar. Artinya molor dari target waktu yang di tentukan. Bahkan banjir akibat hujan semalaman di tanggal 31/12/2019 sore jam 17:00 hingga tanggal 01/01/2020 jam 06:00 tersebut turut serta merendam bangunan baru 2 lantai hingga kedalaman sekitar 40 cm.

 

“Sudah satu minggu ini tidak ada aktifitas pekerjaan, bahkan sebagian material dan upah tukang belum di bayar oleh pelaksana proyek ada tunggakan senilai sekitar Rp 170 an Juta, saya sudah kirim surat laporan ke Dinas Pendidikan dan Dinas Permukiman Kawasan Perumahan dan Pertanahan (Dinperkimtan) Kota Bekasi terkait keterlambatan penyelesaian pekerjaan bangunan baru ini, agar segera dicarikan solusi jalan keluar dan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Seharusnya di awal sekolah setelah liburan semester bangunan baru sudah dapat digunakan.” jelas Nasan SR S.Pd.M.Pd Kepala Sekolah SDN Margahayu XIII saat di temui RM News hari Selasa (28/01/2020) jam 10:00.

“Semestinya dengan adanya bangunan baru murid kelas VI bisa lebih konsentrasi belajar di dalam menghadapi Ujian Sekolah Berstandart Nasional (USBN). Dan dengan adanya ruangan kelas yang baru harusnya sudah aman dari genangan air, mengingat ruangan kelas yang lama selama ini selalu menjadi langganan banjir apabila terjadi hujan.” Jelas salah satu orang tua murid kelas VI B SDN Margahayu XIII.

Hasil konfirmasi dengan Hasyim (perwakilan mandor tukang), sedianya hari Rabu (29/01/2020) perwakilan dari kontraktor Novi mengadakan pertemuan dengan mandor Tukang yang di fasilitasi oleh Dinas Perkimtan Kota Bekasi. Pihak kontraktor berjanji akan menyelesaikan tunggakan pembayaran material dan upah tukang, namun minta di undur kembali besok hari Kamis (30/01/2020). Kegagalan pertemuan hari ini merupakan yang kedua, sebelumnya mereka berjanji mau bertemu pada hari Senin (27/01/2020) namun pihak kontraktor juga gagal datang.

“Terkait masih terendamnya lantai bangunan baru, apakah ada kesalahan di dalam perencanaan design. Ini yang perlu di lakukan analisa lebih lanjut oleh konsultan perencana dan Dinas Permukiman Kawasan Perumahan dan Pertanahan (Dinperkimtan) Kota Bekasi. Mengenai pelaksanaan pekerjaan apabila anggaran APBD tersebut bukan multi years seharusnya sudah selesai di tahun anggaran berjalan artinya pekerjaan tersebut harus di selesaikan sebelum tanggal 31 Desember 2019” jelas Delvin Chaniago Ketua investigasi LSM GMBI yang selalu melakukan kontrol sosial di pemerintahan Kota Bekasi kepada Rakyat Merdeka News hari Selasa (28/01/2020).

“Sehubungan bangunan SDN Margahayu XIII yang Mangkrak sehingga material dan para pekerja belum di bayar oleh kontraktor pelaksana. Walikota harus tegas dan mencari solusi untuk menyelamatkan Nasib anak didik SDN Margahayu XIII, bentuk tindakan tegas adalah dengan memblacklist perusahaan pemenang tender serta untuk tidak membayarkan sisa tagihan. Untuk para pekerja yang belum dibayarkan harus ada solusi pembayaran upah para pekerja. Untuk bangunan yang mangkrak harus ada keberanian Walikota Bekasi untuk memberikan sangsi terhadap Dinas dan ULP LPSE /Pokja, karena meloloskan perusahaan yang diduga tidak memiliki cukup modal sesuai nilai kontrak, sehingga tidak terjadi lagi di kemudian hari” jelas Asep Sukarya Sekdis LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, saat di temui RM News di kantor sekretariatnya. (Suryadi)