Tue. Jul 7th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Gibran Berjalan Kaki Menyusuri Gang-gang Sempit, Bak Dituntun ke Tempat Mengabadikan Keluarga Pujangga Hebat

SOLO – Usai ngobrol-ngobrol dengan pedagang di Pasar Kliwon, Gibran Rakabuming Raka (32), Jum’atan di Masjid Ar-Rihaab di Tegal Konas, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon. Suasana di masjid tua di tengah permukiman padat penduduk itu sangat sejuk.

Calon orang nomor 1 di Kota Solo ini menuturkan, untuk menuju masjid, ia berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit, yang hanya bisa dilewati sepeda motor. Penduduknya kompak, gang dan rumah-rumah mereka sangat bersih. Sanitasinya juga sangat bagus, tuturnya, (3/2).

Lanjut Gibran, suasana yang adem kian terasa saat mendengarkan khotbah dan shalat berjamaah. Di tembok masjid ada papan nama sekretariat Muhammadiyah, tapi terasa nuansa tradisionalnya seperti di masjid-masjid NU.

Rupanya, kultur tradisi itu dijaga lantaran beberapa puluh meter dari masjid itu, ada rumah yang pernah ditinggali pujangga kraton, R Ng. Yosodipuro, yang dikenal sebagai tokoh Islam di masa kerajaan dulu. Kabarnya, ari-ari pujangga Jawa R Ng. Ronggowarsito ada di sana.

“Pantas saja kampungnya dinamai Yosodipuran. Rupanya untuk mengabadikan keluarga pujangga hebat itu, “ucap Gibran.

Lebih jauh putra sulung Presiden Jokowi ini menuturkan, beberapa warga menyarankan saya menemui Pak Darmaji, seorang difabel tunadaksa sejak lahir, yang tinggal tak jauh dari kompleks masjid. Dari Pak Darmaji, Gibran memperoleh pelajaran kemandirian dan ketegaran.

Tak hanya Pak Darmaji, Gibran sempat sowan Eyang Supartidjah Soewarno. Rupanya, beliau yang masih trah R Ng. “Yosodipuro itu sangat ingin hadir saat saya menikah, namun batal karena sakit. Dari beliau, saya didoakan agar kuat dan sukses mewujudkan niat, “tuturnya.

Yang tak kalah menurut Gibran, membahagiakan, Eyang Supartidjah ingat nama istri dan anak-anak saya, dan mengirim salam untuk mereka, tutupnya. (Tim)