Wed. Apr 1st, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Presiden Jokowi Dapat Dukungan dari Partai Buruh Australia

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Ketua Partai Buruh Australia yang merupakan partai oposisi, Anthony Albanese, di Ruang MG 63 Gedung Parlemen, Canberra, pada Senin, (10/2).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasinya atas dukungan Partai Buruh dalam peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Australia. “Saya sangat mengapresiasi konsistensi Partai Buruh dalam mendukung peningkatan hubungan bilateral kedua negara kita, termasuk dukungan bagi kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menjelaskan bahwa pemerintahannya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan, perlindungan hak asasi manusia (HAM), dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Papua dan Papua Barat. Ia juga mengapresiasi dukungan oposisi Australia dalam ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). “Saya juga hargai dukungan Partai Buruh terhadap ratifikasi IA-CEPA. Kita secara bersama harus bekerja keras agar implementasi IA-CEPA akan menguntungkan rakyat kedua negara,” ungkapnya. “Kita juga sudah selesaikan Plan of Action dari Kemitraan Strategis Komprehensif untuk tahun 2020-2024,” imbuhnya.

Kepala Negara juga mengajak Australia untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam memperkuat kemitraan dengan negara Pasifik Selatan, terutama terkait dengan isu kelautan dan perubahan iklim. Selain itu, lanjut Presiden, Indonesia juga ingin menjadikan Australia sebagai salah satu mitra penting Indonesia di bidang investasi dan pendidikan. “Saya senang mendengar bahwa Yang Mulia berkeinginan untuk lebih meningkatkan kerja sama ekonomi di kawasan Asia Pasifik melalui pembentukan Regional Trade Task Force di Partai Buruh,” tandasnya.

Usai bertemu Ketua Oposisi Australia, Presiden Jokowi juga menerima kunjungan kehormatan Ketua House of Representatives Australia Tony Smith dan Ketua Senat Australia Scott Ryan. (Jkwpedia)