Fri. Jun 5th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Ternyata, Motif Penganiayaan Siswi SMP Uang Rp 2000

PURWOREJO – Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito mengatakan kasus penganiayaan terhadap siswi salah satu SMP di Purworejo oleh tiga temannya ternyata hanya gara-gara uang Rp 2000.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres dihadapan sejumlah wartawan di Mapolres Purworejo, Kamis (13/2).

Dijelaskan, peristiwa terjadi ketika
korban sedang berada dikelas mengerjakan tugas didatangi tersangka TP dan DF yang merupakan kakak kelas korban masuk ke dalam kelas dan sambil membawa sapu.

Kemudian tersangka TP mendekati korban sambil mengatakan “Kene jaluk duitmu RP 2.000″ (sini minta uangmu Rp 2.000) dan korban menjawab “ Ojo (jangan)” selanjutnya Anak DF langsung memukul kepala korban menggunakan tangan kosong, kemudian menendang korban dan juga memukul korban menggunakan gagang sapu dibagian kepala dan di bagian pinggang.

Selain itu juga menendang badan korban menggunakan kaki. Kemudian tersangka TP juga ikut menendang korban dan juga memukul menggunakan gagang sapu di bagian tubuh korban.  Kemudian tersangka UH juga ikut
melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara menendang tubuh korban.

Pada saat kejadian tersebut telah divideokan menggunakan HP oleh siswa F yang merupakan kakak kelas korban yang pada saat itu disuruh oleh tersangka TP untuk

memvideo. Setelah itu Sdr. TP mengambil paksa uang Rp 4.000 dan mengancam korban jangan sampai bilang kepada siapapun.

“Motifnya para tersangka marah karena sebelumnya pernah meminta uang Rp 2000 kepada korban tapi diadukan ke guru Rp. 20 ribu sehingga para tersangka komplain dan terjadilah penganiayaan itu,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, para tersangka akan disangkakan tindak pidana kekerasan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 80 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman Pidana penjara paling lama tiga tahun enam bulanbdan /atau denda paling banyak Rp 72.000.000,-. (War)