Wed. Feb 19th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Tiga Tersangka Aksi Bulying Dengan Kekerasan Diamankan Polres Purworejo 

RMNews, Purworejo –Polres Purworejo berhasil mengungkap kasus bulying dan dugaan penganiayaan yang dilakukan tiga orang pelajar laki-laki terhadap seorang pelajar perempuan, yang terjadi di sebuah SMP swasta di daerah Butuh, Purworejo, Jateng.

Kasus tersebut berawal dari beredarnya video penganiayaan di medsos hingga viral, Rabu (12/2). Untuk menindaklanjuti peredaran video tersebut Polres Purworejo langsung melakukan penyelidikan ke TKP.

Hasil dari penyelidikan tersebut akhirnya kami berhasil mengamankan tiga orang pelaku kekerasan. Mereka kami amankan ke mapolres Purworejo. “Setelah melalui penyelidikan dan mengumpulkan data serta saksi – saksi , kami menyimpulkan ketiganya jadi tersangka dalam kasus tersebut,” jelas Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito kepada awak media saat konfrensi pers Kamis (13/2).

“Kami amankan tiga orang tersangka yakni TP (15), kelas IX, DF (15), kelas IX, dan UH (14), kelas VIII dan barang bukti berupa sapu ijuk, sepasang sendal jepit, 2 pasang sepatu dan 3 stel pakaian korban.
Akibat dari kekerasan yang dilakukan ketiga tersangka , korban CA (16) mengalami luka memar di pinggang sebelah kanan,ungkapnya.

Menurut data yang diperoleh dari penyelidikan kasus tersebut berawal pada Selasa (11/2) pagi, saat korban berada di kelas sedang mengerjakan tugas. Korban berada di dalam kelas bersama beberapa teman yang lain, salah satunya tersangka UH.

“Beberapa saat kemudian, datang TP dan DF yang merupakan kakak kelas korban, sambil membawa sapu. Pada korban, TP meminta uang Rp 2 ribu. Permintaan itu ditolak oleh korban,” terang Kapolres, sambil menunjukkan sejumlah barang bukti.

Merasa tersinggung tersa gka DF langsung memukul kepala korban menggunakan tangan kosong, menendang, dan juga memukul korban menggunakan gagang sapu dibagian kepala dan di bagian pinggang. Selain itu, DF juga menendang badan korban menggunakan kaki.

Menyaksikan hal tersebut TP bukanya melerai malah ikut menendang korban dan juga memukul menggunakan gagang sapu di bagian tubuh korban. UH juga ikut melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara menendang tubuh korban.

Aksi bulying dan kekerasan tersebut menjadi viral karena divideokan oleh F yang merupakan kakak kelas korban, atas suruhan TP. Setelah itu TP mengambil paksa uang Rp 4 ribu dan mengancam korban jangan sampai bilang kepada siapapun.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya krtiga tersangka dijerat dengan pasal 80 UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 3 tahun 6 bulan, atau denda paling banyak Rp 72 juta,” jelas Kapolres. (Kun)