Tue. Apr 7th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Viral, Siswi SMP di Purworejo Dianiaya Tiga Siswa

RMNews, PURWOREJO – Kejadian penganiayaan oleh siswa terhadap teman sekolahnya terjadi di salah satu SMP di Kabupaten Purworejo. Dalam video yang sempat viral didunia maya terlihat seorang siswi sedang dipukuli dan ditendangi oleh tiga siswa secara bergantian.

Karena ketidak berdayaan, siswi tersebut hanya bisa pasrah dan menangis. Tak urung video tersebut mengundang reaksi dari masyarakat dan dunia pendidikan di Kabupaten Purworejo. Bahkan tidak sedikit yang mengecam tindakan brutal tersebut.

Kapolsek Butuh, AKP Sumardi yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan tersebut. “Benar, kejadianya tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Kapolsek.

Disebutkan, tiga siswa tersangka penganiayaan tersebut diketahui bernama TP (15), DF (15), dan UHA (15), ketiganya warga Desa Tamansari, Kecamatan Butuh. ” Korbanya inisial CA (16), ” imbuh Kapolsek.

Terungkapnya kejadian tersebut, lanjut Kapolsek, berawal saat ibu korban, Siti Rokhmaningsih (48) bekerja dirumah Mujiono diperlihatkan video penganiayaan terhadap anaknya yang dilakukan tiga temannya.

Setelah yakin yang menjadi korban penganiayaan adalah anaknya, ibu korban kemudian pulang dan memberitahu suaminya, Sukirno (52). Keduanya kemudian mendatangi SMP Muhammadiyah Butuh, tempat anaknya sekolah.

“Setelah mendapat keterangan jika kejadian itu benar kemudian melaporkan ke Polsek Butuh. Dan kasusnya kini sudah kami tangani,” ucap Kapolsek.

Sementara Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito, mengungkapkan pihaknya telah memeriksa saksi-saksi kasus bullying terhadap seorang siswi di salah satu SMP di Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo.

“Kami sudah lakukan langkah-langkah penyelidikan pemeriksaan awal terhadap saksi dan korban,” katanya, saat dikonfirmasi wartawan mengenai kasus tersebut selepas menghadiri malam resepsi HPN yang diselenggarakan Pewarta Purworejo di Hotel Ganesha Purworejo, Rabu (12/02) malam.

Kapolres memastikan akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan dalam menyebarluaskan informasi mengenai aksi bullying ini, mengingat kasus ini menyangkut anak dibawah umur.

“Jika masyarakat memiliki video atau gambar yang mengandung unsur sara ataupun kekerasan yang kemungkinan itu tindak pidana sebaiknya dilaporkan kepada kepolisian,” ujarnya.

Menurutnya, penyebaran video atau foto yang tidak disertai dengan data yang benar akan menimbulkan opini yang liar di tengah masyarakat dan seringkali berujung pada informasi hoax. (War)