Sat. Mar 28th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Pay Burman, Detailnya Dalam Penggarapan Musik Sungguh Luar Biasa

RakyatMerdekanews.com – Jakarta –
Di usianya yg memasuki 50 tahun kini Pay sudah dapat menikmati hidup bersama dengan keluarganya, istrinya Irene Anastasya dan ketiga anaknya yang masih kecil kecil.

Perjuangannya di dunia musik sudah dilaluinya dengan merasakan pahit getirnya menapaki hidup untuk meraih sukses sebagai penata musik yang cukup disegani saat ini.

Walaupun ia sempat tersandung sebagai pecandu narkoba tapi sudah lama ia tinggalkan.
Awal kesuksesan karirnya ketika menjadi gitaris Slank tahun 1989 – 1996 dengan menyelesaikan 5 album.

Saat bersamaan ia juga sukses menangani penyanyi Andy Liany dan Anang.

Sekeluarnya ia dari Slank lalu membentuk BIP bersama tiga temannya yg juga hengkang dari Slank, bongky dan Indra Qadarsih pada tahun 2000.

Ia pun menikah dengan Dewiq tahun 2001 dan bercerai pada tahun 2007. Bersama istri pertamanya inilah ia mencipta lagu dan menggarap musik penyanyi papan atas Indonesia, seperti Agnes Monica, Judika, T2, Kotak Band, Opick, dan masih banyak artis lainnya.
Belakangan ini ia juga sukses menggarap Dul Jaelani anaknya Ahmad Dhani.

“Saya salut sama bang pay kalo garap musik sampai detail detailnya dia tau dan kuasai. Keren banget otaknya,” ungkap Dul saat bincang bincang dengan RMnews beberapa waktu yang lalu.

Bersama BIP ia sudah menelurkan 6 album.
“BIP ini band gue. Band persahabatan gw sama bongky dan Indra. Sahabat tapi udah kaya saudara sendiri,” jelas pay.

Kabar terakhir ia akan membentuk band baru yang diberi nama 31F bersama kedua sahabatnya itu. Band ini akan membawakan lagu lagu yang mereka ciptakan yang ada di dalam album slank yang pertama sampai kelima.

Ada apa dengan pembentukan band ini? Sebaiknya kita tunggu saja statement mereka bertiga.

Namun para penggemarnya tidak sabar menunggu kemunculan band ini. “Kapan mereka manggung. Udah ga sabar nunggu mereka manggung bawain lagu lagu Slank yang dulu, kritis dan keren,” kata hendra Thayeb, salah seorang penggemarnya asal Samarinda kemarin (15/02/220).
Sifat rendah hati, terbukanya dan penolongnya inilah yang membuat pay banyak disukai banyak orang. Ia juga enggan untuk ribut ribut dengan permasalahan yang ada. Ia lebih menyikapinya dengan diam.
“Ngapain sih ribut ribut. Mending berkarya aja terus,” tegas pay di studionya di bilangan Jagakarsa Jakarta Selatan.
“Gue pengen hidup yang landingnya nyaman. Pengen cari hidup yang bermanfaat buat keluarga gue dan orang banyak,” jelas pay.
Itulah Pay Burman yang selalu konsisten dalam berkarya.
Sukses terus pay ! (Amin Bearland)