Sat. Mar 28th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Pedagang Pasar Dramaga Lakukan Aksi Protes, Geruduk Kantor Desa

Kab.Bogor, Rakyatmerdekanews.com – Beberapa orang perwakilan pedagang pasar Dramaga mendatangi kantor desa Dramaga untuk protes dan menolak dengan ada selebaran surat pemberitahuan dengan nomor : 002/ EKS/II/2020. terlampiran 1 berkas, yang di tanda tangani pengurus Bumdes dan pengurus pasar desa Dramaga yang beredaran ke pedagang., Senin (17/02/20).

Surat pemberitahuan itu berisi meningkatkan biaya operasional untuk keamanan serta kenyamanan dari badan usaha milik desa (BUMDES) desa Dramaga serta menerapkan tarif baru kebersihan dan keamanan, itu tidak ada pemberitahuan ke pedagang terlebih dahulu.

Heri salah satu perwakilan pedagang pasar Dramaga menjelaskan,” kami sepakat dan terima dengan adanya biaya operasional tambahan yang di minta oleh pengurus badan usaha milik desa dan pengurus pasar, tapi harus di sosialisasikan atau ada pemberitahuan dahulu kepada para pedagang.

“hormati kami para pedagang yang berjualan di pasar Dramaga ini, jangan ada pilih kasih siapapun yang berdagang di pasar ini ” kata heri.

Selain dari itu, Tuntutan kami para pedagang yang ada di pasar Dramaga meminta pedagang yang berjualan di bawah harus di pindahkan ke atas karena diatas juga masih banyak lapak kios pedagang yang kosong” papar heri saat di wawancarai awak media dilapangan

Tolong pengurus badan usaha milik desa Bumdes dan pengurus pasar perhatikan keadaan gedung pasar Dramaga juga memperhatikan kenyamanan lingkungan pasar dan kenyamanan pengunjung pasar ” terang Heri.

Ditempat yang sama Imam Mukti Ali pedagang pasar Dramaga menuturkan,” mencermati adanya edaran surat pemberitahuan dari pengurus badan usaha milik desa (BUMDES) dan pengurus pasar yang tersebar kepedagang itu sih sah-sah saja dan boleh saja, di surat edaran itu menurutnya ada yang kurang lengkap tentang payung hukum nya.

” Pasar Dramaga ini kan milik desa harusnya surat ederan pemberitahuan itu juga di lampiran undang-undang desa atau Perdesanya tentang perubahan meningkatkan biaya operasional keamanan dan kenyamanan dengan tujuan menerapkan tarif baru ” ungkapnya.

Sambung beliau, Bisanya kami pedagang di beritahu terlebih dahulu dan di ajak rapat, tapi kali ini tidak ada rapat. langsung saja beredar surat pemberitahun untuk pedangang.

Kami para pedangang pasar Dramaga meminta kepada kepala desa Dramaga bisa menyikap hal ini dengan bijak dan cepat merespon aspirasi para pedagang jangan sampai para pedagang tidak merasa nyaman, selalu harus mengontrol segala aktifitas kegiatan badan usaha milik desa (BUMDES) karena pasar Dramaga ini di bawa naungan kendali Desa, jangan sampai ada pedagang yang dirugikan dan terampas hak nya, selanjutnya kepala desa juga harus bisa menyelesaikan masalah yang ada saat ini di pedagang pasar Dramaga” terang Imam saat diwawancarai awak media di lapak dagangnya.

Hal yang sama juga di sampai oleh pedagang Kosasi Badong mengungkapkan,” kalau memang mau di rapihkan pasar ini saya setujuh sekali dan menerima dengan ada nya surat edaran itu, tapi pengurus bumdes dan pengurus pasar harus tegas.

” Itu pedagang atau lapak yang di bawa harus naik ke atas jangan berserakan begitu ” kata dia., Senin (17/02/20).

jangan setengah-setengah dan itu memang tuntutan dari pedagang kalau mau menyelesaikan masalah yang ada saat ini, agar para pedagang tidak ada ke cemburuan sosial ” pungkas kosasi badong pedagang ayam saat di wawancarai awak media dilapangan., (zes).

(berita ini akan berlanjut dan akan meminta konfirmasi kepada yang berwenang terkait hal ini).