Wed. Apr 1st, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia

Presiden Jokowi menikmati keindahan Labuan Bajo dari Puncak Waringin, NTT, Rabu (10/7/2019). (Biro Pers Setpers)

RMNews, Jakarta – Geliat pertumbuhan ekonomi dengan infrastruktur yang dilaksanakan Pemerintahan Jokowi belakangan makin tampak jelas dengan meningkatnya animo para wisatawan tak terkecuali domestik maupun mancanegara yang mulai melirik destinasi wisata yang kini makin berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Disatu sisi kerja keras pemerintah pusat dan daerah yang terus bekerjasama dengan masyarakat pelaku pariwisata dalam mencitrakan kondusifitas berwisata tak dapat dikesampingkan begitu saja. Terlebih Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan tak henti-hentinya mengajak mereka terus bekerjasama dalam membangun optimisme anak bangsa.
Bahkan belum lama ini telah mentargetkan Labuan Bajo sebagai destinasi super premium kelas dunia. Kesepakatan yang mereka tetapkan pun tidak tanggung-tanggung, menjadi tuan rumah pertemuan ekonomi Asean Summit dan G20 pada tahun 2023.

Menyusul Toba di Sumatera Utara dan Mandalika di Pulau Lombok menghelat acara yang sama tahun 2021 dan 2022 mendatang. Belakangan Jokowi juga telah mengusulkan untuk memberikan potongan harga untuk wisatawan asing maupun domestik mulai dari hotel, tiket pesawat. Hal ini disampaikan Presiden Jokowi pada Ratas yang diadakan bersama Menpar Wishnutama dan Menkeu Sri Mulyani (17/02).

Lebih jauh juga disampaikan Presiden terkait dengan menurunnya angka wisatawan di tengah wabah virus Corona yang menghebohkan saat ini. Meski belum menjadi keputusan final, kita optimis dan menyambut kebijakan tersebut akan mendorong peningkatan volume wisatawan yang semakin besar dan Magnit yang menarik bagi para turis untuk menjadikan Indonesia menjadi pilihan utama.
Dengan kata lain, tidak ada lagi alasan dunia usaha yang sudah dicanangkan dengan support langsung dari Presiden Jokowi untuk tidak menyongsong kesempatan emas dalam mempromosikan segenap potensi daerah masing-masing. Tak terkecuali promosi ragam budaya dan kearifan lokal yang bisa menembus pasar internasional. (Ich)